Benarkah Obat Peninggi Efektif untuk Meninggikan Badan?

Tidak hanya pria saja, ada juga wanita yang ingin dikaruniai badan jangkung. Memiliki badan yang tinggi mungkin menjadi impian banyak orang.

Editor: Bejoroy
http://style.tribunnews.com/
Ilustrasi - Tidak hanya pria saja, ada juga wanita yang ingin dikaruniai badan jangkung. Memiliki badan yang tinggi mungkin menjadi impian banyak orang.(cloudfront.net) 

SRIPOKU.COM - Tidak hanya pria saja, ada juga wanita yang ingin dikaruniai badan jangkung. Memiliki badan yang tinggi mungkin menjadi impian banyak orang.

Selain bisa membuat lawan jenis tertarik, memiliki badan tinggi memberikan banyak manfaat. Sebuah studi dari Universitas Edinburgh menemukan bahwa orang tinggi cenderung lebih pintar, lebih rendah kemungkinan terkena penyakit demensia, hingga lebih bahagia.

SUDAH TAHU BELUM? 5 Sayuran Ini Ternyata Bisa Menambah Tinggi Badan, Sering Anda Makan

Tak Hanya Lompat Tali, Berikut 3 Gerakan Olahraga yang Bisa Buat Cepat Tinggi Badan

Tidak heran, banyak produk obat peninggi badan yang dijual di pasaran. Akan tetapi, apakah manfaatnya benar bisa dirasakan oleh konsumennya?

Mungkin kamu pernah mendengar, meminum obat peninggi badan dan dibarengi dengan olahraga, membuat badan akan meninggi dengan sendirinya. Faktanya, penjelasan tentang efektivitas obat peninggi badan tidak sesederhana itu.

Menurut sebuah penelitian, segala macam trik untuk meninggikan badan, termasuk nutrisi dan olahraga, tidak akan berfungsi lagi ketika usia seseorang menginjak 19 tahun untuk pria, dan 16 tahun untuk wanita.

Jika disimpulkan, obat peninggi badan tidak akan efektif jika dikonsumsi oleh mereka yang sudah melewati batas usia tersebut.

Kenapa obat peninggi badan tidak efektif?
Alasan mengapa seseorang tidak bisa meninggikan badan adalah faktor tulang, terutama lempeng epifisis. Bagian tersebut adalah ‘dalang’ yang berperan sebagai penentu tinggi atau tidaknya seseorang.

Peningkatan tinggi terjadi karena adanya pemanjangan tulang panjang, yang berada di dekat area tulang rawan lempeng epifisis. Saat lempeng epifisis masih aktif dan terbuka, pertumbuhannya pun masih berjalan.

Mendekati masa akhir pubertas, perubahan hormon menyebabkan lempeng epifisis mengeras atau ‘menutup’. Perpanjangan tulang pun akhirnya berhenti.

Selain itu masih ada faktor lain yang berpengaruh. Berikut adalah beberapa faktor yang menentukan tinggi seseorang saat lempeng epifisisnya masih terbuka:
-Genetik
-Jenis kelamin
-Nutrisi
-Olahraga

Dari keempat faktor di atas, genetik menjadi yang utama. Pemikiran sederhananya, jika orangtua tinggi, maka anak mereka kemungkinan besar akan tinggi juga.

Jenis kelamin juga menjadi faktor biologis yang berperan dalam menentukan tinggi total seseorang. Wanita cenderung memiliki potensi total tinggi yang lebih rendah dibandingkan pria.

Tips meninggikan badan
Jika kamu masih dalam masa pertumbuhan, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meninggikan badan. Cara-cara ini patut dicoba karena efektivitasnya sudah teruji oleh studi dan penelitian.

Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk meninggikan badan di usia masa pertumbuhan:

Tetap aktif bergerak
Jadilah anak yang aktif, misalnya rajin berolahraga. Kegiatan ini bisa memperkuat tulang dan otot sehingga hormon pertumbuhan pun terus bertambah. Dengan kata lain, badan tinggi bisa diraih.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved