Ketimbang Kemasan, IRT Pilih Minyak Curah, Kualitas Jadi Pertimbangan

Informasi akan ditariknya minyak curah dari pasaran rupanya belum didengar oleh beberapa IRT di Palembang.

Tayang:
Penulis: Chairul Nisyah | Editor: Refly Permana
sripoku.com/chairul nisyah
Minyak curah (kanan) dan minyak kemasan. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Chairul Nisyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Beberapa hari yang lalu beredar kabar yang mengatakan Dinas Perdagangan akan menarik minyak curah dari pasaran.

Adanya hal tersebut sripoku.com mencoba mewawancarai para pembeli yang rata-rata ibu-ibu di pasar Tradisional 26 Ilir Kota Palembang.

Empat orang, ibu rumah tangga yang ditemui Sripoku.com mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

Salah satunya, Rumia seorang ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar rumah susun 26 Ilir Kota Palembang.

Ia mengatakan tidak terlalu mengikuti berita-berita seperti itu.

Biasanya ia tau, dari kabar mulut-kemulut atau kalau sudah benar-benar terjadi di pasar.

Rumia seorang ibu rumah tangga yang memilih membeli minyak curah untuk konsumsi keluarganya.

Menurutnya, selisih harga 500-1.000 rupiah, lumayan dikumpulkan untuk keperluan lainnya.

"Untuk kami yang ekonominya menengah ke bawah lebih baik beli minyak curah, minyaknya sama saja,"ujar Rumiah, Kamis (10/10/2019).

Ia juga berharap pada pemerintah untuk terus memperhatikan rakyat kecilnya, dengan tidak menaikan harga-harga sembako yang setiap hari pasti diperlukan.

"Kalau bisa minyak curahnya dimurahkan, dengan kemasan yang sama dengan dengan minyak pabrik,"ujar Rumia, sambil tertawa kecil.

Sama dengan rumiah, Ita seorang PNS juga mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved