Pemalak di Macan Lindungan Ternyata Direkrut Mendiang Dedek, Pengacara Membantah

Terkuak kisah mendiang pemalak di Macan Lindungan yang ditembak hingga mati oleh seorang oknum polisi.

Pemalak di Macan Lindungan Ternyata Direkrut Mendiang Dedek, Pengacara Membantah
potchefstroomherald.co.za
Ilustrasi Pemalak. 

SRIPOKU.COM,PALEMBANG - Masih teringat peristiwa pada (23/7/2019) seorang pria bernama Ridwan atau akrab disapa Dedek yang tewas tertembak di simpang lampu merah Macan Lindungan karena diduga telah memalak Brigpol IP?

Ada beberapa fakta baru mengenai sosok Dedek.

Sripoku.com secara eksklusif mendapatkan wawancara khusus dari salah seorang pria yang tak mau disebut identitasnya. Sebut saja Jhon nama samaran yang mana pada, Rabu (9/10/2019) kita temui di kediamnnya.

Ia mengatakan tahu betul secara luas kisah Dedek kawasan Macan Lindungan tersebut

"Saya lihat sewaktu kejadian ia ditembak, benar memang dirinya meminta uang kepada sopir truk saat itu.

Namun Dedek mematok harga yang cukup besar 20.000 dan mencoba untuk mengancam nyawa sopir itu. Bukan cuma itu saja, banyaknya pemalak di kawasan Macan Lindungan itu karena dialah yang merekrutnya," ujar Jhon kepada Sripoku.com, Rabu (9/10/2019)

Ia menuturkan bahwa kebanyakan pemalak yang ada dan mendiami Macan Lindungan adalah dari luar daerah tersebut yang direkrutnya dari, Gandus, Pulogadung, kertapati, dan daerah lainnya

"Yang bawa para pemalak itu disini ialah Dedek. Dia tugaskan orang-orangnya tersebut untuk meminta uang kepada para sopir yang melintas.

Iir Segiarto, LBH PWI sebagai kuasa hukum Dedek membantah bahwasannya kliennya itu bukan rekrutmen ataupun seorang pemalak, tetapi hanya seorang pedagang.

"Silahkan saja bilang rekrutment dan dibuktikan. Kita membantah bahwasannya beliau juga pemalak.

Beliau sudah berdagang sudah 2 tahunan berjualan klontong. Kasihan keluarganya nerasa terzolimi suaminya sudah meninggal tapi dituduh sebagai pemalak," kata Iir Sugiarto.

Sementra itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi mengayakan bahwa -enanganan kasus tersebut tetap dalam pengembangan dan penyelidikan lebih mendalam

"Betul berartikan bahwa Brigpol itu merasa nyawanya terancam dan bila memang benar dia adalah rekrukmen pemalak maka kami akan melakukan pengembangan kasus," katanya.

Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved