KPU Sumsel Persilahkan Paslonbup Independen Daftar 1 Desember 2019 Mendatang

KPU Sumsel Persilahkan Paslonbup Independen Daftar 1 Desember 2019 Mendatang

KPU Sumsel Persilahkan Paslonbup Independen Daftar 1 Desember 2019 Mendatang
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ketua KPU Sumsel Dra Kelly Mariana Persilahkan Paslonbup Independen Daftar 1 Desember 2019 Mendatang 

KPU Sumsel Persilahkan Paslonbup Independen Daftar 1 Desember 2019 Mendatang

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Ketua KPU Sumsel, Dra Kelly Mariana mengingatkan para calon bupati jalur perseorangan (independen) yang hendak mengikuti Pemilukada 7 kabupaten untuk menyiapkan diri pendaftaran dibuka per 1 Desember 2019.

"Mulai 1 Desember 2019 ini KPU kabupaten yang akan melakukan Pilkada serentak 2020 sudah menerima pendaftaran dari jalur independen," ungkap Ketua KPU Sumsel Dra Kelly Mariana (9/10/2019).

Menurut Dra Kelly Mariana, paslon dari jalur independen untuk dapat menjadi peserta paslon harus memenuhi syarat dukungan sebesar 10 persen dari jumlah pendukung.

"Kemudian dukungan tersebut diverifikasi oleh KPU setempat, jika tidak memenuhi syarat makan calon diminta untuk memperbaiki syarat dukungan dan seterusnya," kata Kelly yang dikenal juga sebagai konsultan kepemiluan bernama BRIDGE (Building Resources in Democracy Governance and Elections) yang berpusat di Canbera, Australia.

Menurut Dra Kelly Mariana yang dikenal pernah menjabat komisioner KPU Sumsel 2009 – 2013, sebelum memasuki Desember KPU terlebih dahulu pada November ini, sudah memasuki masa sosialisasi ke tengah masyarakat dengan sosialisasi makin banyak masyarakat yang tahu dengan agenda politik 5 tahunan tersebut.

"Dengan sosialisasi dalam rangka meningkatkan jumlah partisipasi pemilih, semakin banyak yang memilih semakin tinggi partisipasi publik terhadap calon yang dipilih," terang Alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsri angkatan 1986 ini.

Pada bulan ini KPU setempat melakukan bimbingan teknis dan penyusunan regulasi, sehingga persiapan pilkada makin matang.

"Sedangkan dari anggaran yang diusulkan tinggal OKU yang belum ditandatangani oleh pemkab setempat, untuk OI anggarannya Rp 50 miliar, PALI Rp 40 miliar, Mira tara Rp 28 miliar untuk yang lain lupa saya," katanya.

Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved