Breaking News:

Berita Palembang

Tak Cukup Hanya Cantik, Ini Modal yang Harus Dimiliki Putra Putri Sriwijaya Tahun 2019

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan kembali menggelar Pemilihan Putra Putri Sriwijaya Tahun 2019.

SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Konferensi Pers PPS tahun 2019 di Atrium OPI Mall, Selasa (8/10/2019) 

Laporan wartawan sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan kembali menggelar Pemilihan Putra Putri Sriwijaya Tahun 2019.

Sekertaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan, Fitriana mengatakan, perhelatan Putra Putri Sriwijaya merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk mencari putra putri daerah bertalenta dan mempromosikan budaya dari Provinsi Sumatera Selatan.

"bukan hanya sekadar untuk cari yang cantik dan ganteng tapi mereka punya kemampuan dan kepintaran dalam hal pengetahuan budaya Sumsel dan lainnya. Harus melengkapi 3B (Brain, Beauty dan Behavior)," jelasnya, saat dijumpai di Konferensi Pers PPS di Atrium OPI Mall, Selasa (8/10/2019)

Lanjut Fitriana, para finalis yang mewakili 17 Kabupaten/kota di Sumsel ini melalui sejumlah tahapan seleksi dan karantina untuk pembinaan serta pemantapan sebelum malam puncak Pemilihan PPS di 12 Oktober nanti berlokasi di Hotel Harper Palembang.

Warga Perumahan Bougenville Asri Muaraenim Panik, Muncul Kebakaran di Lahan Sawah Dekat Perumahan

Tokoh Presidium Pemekaran Ramaikan Bursa Pencalonan Pilkada Muratara 2020

TMMD ke-106 Tahun 2019, Kodim 0404 Muaraenim Membangun Enam Unit Plat Duiker

"Mereka sebelumnya lewati proses wawancara, pengetahuan soal Sumsel, visi dan misi jika terpilih akan seperti apa lalu soal aktifitas sehari-hari. Kita optimis dengan usia yang masih muda mereka akan jadi duta dalam promosi kekayaan budaya Sumsel," ujarnya.

Sementara itu, Rozila Mirza salah satu Finalis PPS asal Kota Pagaralam mengatakan, dirinya optimis dan bisa memberikan penampilan terbaik untuk daerahnya dan Sumatera Selatan pada umumnya.

Meski, ia memiliki darah keturunan Pakistan dari sang ayah namun gadis kelahiran 1999 silam itu mengaku dalam keseharian kental menggunakan adat istiadat dan bahasa Pagaralam.

"Ayah asli Pakistan. Persiapan selama satu bulan terakhir dan juga pembekalan dari organisasi Bujang Gadis Pagaralam," ujar Gadis yang menampilkan bakat story' telling berbahasa Inggris dan Pagaralam.(cr26)

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved