Berita Palembang

Suara Sahabat Palembang Ajak Warga Peduli dengan Sesama Makhluk Bumi Seperti Binantang

Suara Sahabat Palembang peringati Hari Binatang Sedunia dengan cara menggelar aksi damai di Bundaran Air Mancur.

Suara Sahabat Palembang Ajak Warga Peduli dengan Sesama Makhluk Bumi Seperti Binantang
SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO
Anggota Suara Sahabat Palembang saat menggelar aksi damai terkait Hari Binantang Sedunia di Bundaran Air Mancur Kota Palembang, Jumat (4/10) 

Laporan wartawan sripoku.com, Haris Widodo

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Berawal dari banyaknya hewan yang terlantar di Kota Palembang. Bahkan dibuang oleh pemiliknya dengan keadaan sakit, Suara Sahabat Palembang peringati hari Binatang Sedunia dengan cara menggelar aksi damai di Bundaran Air Mancur ( Dekat Masjid Agung Palembang), Jumat (4/10/2019)

Aksi yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia ini bertujuan mengingatkan kembali kepada manusia bahwa menempati bumi bukan hanya manusia.

"Bumi bukan cuma manusia saja tapi ada hewan dan tempatnya sama. Jika kita mengabaikan makhluk yang lainnya maka keseimbangan bumi terganggu,"ujar koordinator aksi Syarif Dayan kepada Sripoku.com

Tidak hanya itu dia juga menceritakan bahwa dari tempatnya berunjuk rasa ada tempat penjualan hewan yang mengambil hewan tersebut dari induknya. Bahkan dengan keadaan sakit.

"Dari tempat kami berunjuk rasa ini ada 200 meter tempat penjualan hewan yang diambil dari induknya yang dijual dengan keadaan sakit, tidak baik, menderita dan mau mati tapi tetap saja tidak ada perhatian dari pemerintah,"kata Syarif.

Busana Muslim Elzatta Berbahan Denin Berikan Diskon 50 Persen untuk Semua Item

Diajukan Rp 67 Miliar, Anggaran KPU Ogan Ilir Disetujui Sebesar Rp 50 Miliar, Ini Kata Ketua KPU-nya

Satpam PT BSP Ini Justru Berlari Ketika Melihat Orang Berusaha Membobol Mesin ATM, Ini Alasannya

Tidak hanya itu ia juga menututkan bahwa akibat dari pembakaran hutan dan lahan banyak hewan yang mati atau lari dari rumahnya sehingga dampaknya hewan masuk ke pemukiman warga.

"Adanya hewan yang masuk kepemukiman warga bukan karena dia ingin mengganggu warga melainkan tempat tinggal dan mencari makannya dirampas oleh manusia yang tak bertanggu jawab," tambah Syarif.

Salah seorang pengunjuk rasa wanita bernama Ango yang rela-berdiri basah-basah di bundaran air mancur tetap menyuarakan aspirasinya.

Ia mengatakan bahwa aksinya tersebut harus dilakukan karena masih banyak orang yang tak peduli dengan hewan.

"Biarian saja yang untuk perjuangan dan kepentingan mahluk hidup tidak apa. Saya sangat menyanyangkan prilaku manusia ya. Yang mana tak peduli dengan sesamanya. Apalagi waktu saat saya pertama melihat hewan yang mati di jalan dan sakit,"katanya.

Penulis: Haris Widodo
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved