Berita Palembang
Beredar Kabar Bakal Ada Massa Mahasiswa Turun ke Jalan, Rektor Unsri: Tak Ada Keputusan Kuliah Libur
Beredar Kabar Bakal Ada Gelombang Massa Mahasiswa Turun ke Jalan, Rektor Unsri: Tak Ada Keputusan Kuliah Libur
Penulis: Rahmaliyah | Editor: Sudarwan
Beredar Informasi Gelombang Massa Mahasiswa Turun ke Jalan, Rektor Unsri: Tak Ada Keputusan Kuliah Libur
Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Beredar informasi akan adanya gelombang massa yang berasal dari Mahasiswa untuk kembali turun ke jalan menggelar aksi demo pada 30 September 2019 mendatang, Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri), Anis Saggaff buka suara.
Menurutnya, ia hanya ingin mahasiswa di lingkungan yang ia pimpin menjadi sosok mahasiswa yang beretika dan smart serta mempunyai moral dan tata Krama.
"Kalau ada imbauan untuk melakukan kumpul massa bukan jamannya lagi.
Saya malah berharap mahasiswa kita di Sumsel ini bisa menyampaikan aspirasi dengan cara yang baik.
Silakan yang ingin disampaikan dan diprotes diungkapkan dengan baik-baik ," katanya seusai acara LAPOR! SP4N Goes To Campus di Graha Unsri, Jumat (27/9/2019).
• Video Anggota Dewan Provokasi Demo Mahasiswa Turunkan Jokowi Viral: Kawan-kawan Ingat Tujuan Kita
• 5 Fakta Ananda Badudu, Eks Banda Neira yang Ditangkap Pasca Aksi Mahasiswa Tuntut UU KPK dan RKHUP
• UPDATE Dua Mahasiswa Kendari Tewas Aksi Demo di DPRD, Korban Terakhir Yusuf yang Alami Luka Benturan
Anis sendiri mengaku sejak ramainya mahasiswa yang turun ke jalan untuk aksi demo, telah mengeluarkan edaran yang menyatakan tidak ada keputusan terkait kegiatan perkuliahan yang diliburkan.
" Tidak boleh kampus diliburkan, karena otoritas untuk menyatakan kegiatan kampus diliburkan hanya ada pada Menteri dan rektor sebagai perpanjang tangan menteri.
Kalau ada yang mau ikut aksi boleh karena organisasi luar silakan resiko tanggung sendiri, tapi urusan perkuliahan tetap jalan," ujarnya.

Dikatakan Anis, sebagai lembaga pendidikan tertinggi tidak boleh ada upaya eksploitasi oleh siapapun, konsentrasi universitas tetap sebagai pihak yang terdidik.
"Caranya juga harus terdidik, lembaga risetnya pengabdian. Terkait gerakan moral yang digaungkan dari kelompok silakan saja siapa yang mau ikut sendiri. Tidak ada di koordinir oleh Perguruan Tinggi," katanya.