Berita Musirawas

Warga Petrans Jaya di Musirawas Manfaatkan Embung Desa untuk Sumber Air Bersih

Warga Petrans Jaya Kecamatan Muara Kelingi di Musirawas Manfaatkan Embung Desa untuk Sumber Air Bersih

Warga Petrans Jaya di Musirawas Manfaatkan Embung Desa untuk Sumber Air Bersih
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Ditengah kekeringan dan krisis air ini, masyarakat Desa Petrans Jaya Kecamatan Muara Kelingi masih bisa bertahan. Sebab, di desa setempat terdapat sebuah embung atau kolam penampungan air. Tampak masyarakat setempat dan sekitarnya antri menunggu giliran mendapatkan air dari embung desa. 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Kemarau panjang mengakibatkan kekeringan dimana-mana. Akibatnya, sebagian masyarakat kesulitan untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Namun ditengah kekeringan dan krisis air ini, masyarakat Desa Petrans Jaya Kecamatan Muara Kelingi masih bisa bertahan. Sebab, di desa setempat terdapat sebuah embung atau kolam penampungan air. Masyarakat setempat memanfaatkan air embung desa tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meski kondisi airnya juga sudah menyusut, namun masih dapat digunakan oleh masyarakat.

Setiap hari, masyarakat setempat datang kelokasi embung desa itu dan antri mengambil air menggunakan jerigen, galon atau pun ember. Dilokasi itu ada petugas yang mengatur pembagian air kepada masyarakat, sehingga masyarakat tidak rebutan saat mengambil air dari embung desa tersebut. Dengan menggunakan selang yang dimasukkan kedalam embung, petugas menyedot air dan dibagi-bagikan kepada warga.

Karhutla Mulai Terjadi Di Pagaralam, Kawasan Bandara Atung Bungsu Salah Satu Yang Mulai Terbakar.

Setelah Diperkenalkan oleh Korps Lalu Lintas Polri, Besok Smart Sim Diluncurkan di Palembang

Kabut Asap Makin Pekat, Kapal yang Keluar Masuk di Perairan Sungai Musi Diberlakukan Ganjil Genap

"Keberadaan embung ini sangat bermanfaat sekali bagi warga masyarakat Desa Petrans Jaya, terutama di musim kemarau seperti sekarang ini""ungkap Kepala Desa Petrans Jaya, Maulana Malik Sofyana, Jum'at (20/9/2019).

Dikatakan, embung desa yang diberi nama "Embung Jaya Sakti" itu dibangun oleh pemerintah desa menggunakan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019 dan dibangun pada bulan Juli 2019. Luasnya 25X70 meter dengan kedalaman sekitar 3 meter.

Keberadaan embung desa ini sangat membantu lebih dari 300 kepala keluarga (KK) di Desa Petrans Jaya dan sekitarnya.

"Sudah hampir sebulan ini air sumur warga sudah mengering dan beralih memanfaatkan air embung. Saat ini air embung sudah mulai sedikit, dan kita berharap dalam waktu dekat hujan segera turun sehingga sumur dan embung kembali terisi air," harapnya.

Menurutnya, manfaat embung sangat dirasakan oleh masyarakat. Karena itu dia berharap, pihak pemerintah baik daerah hingga pusat dapat ikut membantu meningkatkan fungsi dan pengembangan serta keberlanjutan embung desa ini. Seperti membangun tembok penahan tanah agar dinding embunh tidak terbis saat musim hujan nanti. Dan keberadaan embung ini juga dapat dimanfaatkan untuk destinasi wisata desa.

Masyarakat setempat mengaku, keberadaan embung desa itu sangat membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan air saat musim kemarau. Sebelum adanya embung ini, saat musim kemarau masyarakat cukup kesulitan untuk mendapatkan pasokan air bersih. Sebab, untuk mendapatkan air, harus ke Sungai Lakitan yang jarak sekitar 8 km dari desa.

"Alhamdulillah dengan adanya mmbung di desa kami, tahun ini tidak susah mencari air jauh-jauh sampai ke sungai Lakitan. Cukup pakai motor, lima menit sampai karena lokasinya dekat," ungkap Cholifah, salah seorang warga setempat.

Sementara itu, berdasarkan wikipedia, embung atau cekungan penampungan (retention basin) adalah cekungan yang digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan serta untuk meningkatkan kualitas air di badan air yang terkait (sungai dan danau). Embung digunakan untuk menjaga kualitas air tanah, mencegah banjir, estetika hingga untuk pengairan. Embung menampung air hukan di musim hujan dan lalu digunakan petani untuk mengairi lahan di musim kemarau. (ahmad farozi)

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved