Setelah Diperkenalkan oleh Korps Lalu Lintas Polri, Besok Smart Sim Diluncurkan di Palembang

Setelah diperkenalkan oleh Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Smart SIM atau SIM Pintar akan diluncurkan secara resmi serentak di Indonesia termas

Setelah Diperkenalkan oleh Korps Lalu Lintas Polri, Besok Smart Sim Diluncurkan di Palembang
SRIPOKU.COM/ist
Kanit Regiden Iptu Mery Agustina. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Setelah diperkenalkan oleh Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Smart SIM atau SIM Pintar akan diluncurkan secara resmi serantak di Indonesia termasuk di Kota Palembang, Senin (23/9).

Ketika ditemui, Kasat Lantas Polresta Palembang Kompol Arif Harsono melalui Kanit Regident Iptu Mery Agustina mengatakan peluncuran Smart SIM yang diciptakan Korlantas Polri ini akan dilakukan seluruh Indonesia.

“Harusnya peluncuran hari ini, tetapi karena hari ini hari Minggu maka akan kita lakukan besok dan itu akan dilakukan di seluruh Indonesia,” ungkap Iptu Mery, Minggu (21/9), kepada Sriwijaya Post.

Mery mengatakan, sebelum diluncurkan ke masyarakat kota Palembang, diketahui Smart SIM ini telah dilakukan uji coba dilengkapi dengan chip, sehingga tidak mudah dipalsukan.

“SIM ini bisa diisi saldo melalui Mandiri, BNI dan BRI dengan maksimal Rp 2 juta, sehingga bisa dipakai untuk berbelanja di minimarket serta sebagai kartu TOL,” bebernya.

Selain itu, sambung Mery, selain sebagai legitimasi kompetensi terhadap seseorang untuk mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya. SIM ini juga berfungsi sebagai pendukung forensik kepolisian, fungsi kontrol atau untuk penegakan hukum dan sistem pelayanan prima.

"Fungsi kontrol atau penegakan hukum bermakna bahwa SIM sebagai pendukung sistem pendataan pelanggaran yang terkoneksi pada sistem Traffic Attitude Record (TAR)," bebernya kembali.

Tampilan SIM baru yang digadang-gadang dapat berfungsi sebagai alat pembayaran e-money beredar di aplikasi pesan WhatsApp pada Rabu (21/8/2019)

Tampilan SIM baru yang digadang-gadang dapat berfungsi

sebagai alat pembayaran e-money beredar di aplikasi pesan

WhatsApp pada Rabu (21/8/2019) (kompas.com)

Lebih jauh kanit Regiden sim ini, menuturkan, TAR merupakan sistem pendataan atas pelanggaran yang dilakukan para pengendara dalam berlalu lintas. TAR akan berkaitan dengan De Merit Point System atau DMPS yaitu sistem perpanjangan SIM.
Jika pelanggaran ringan atau pelanggaran administrasi akan dikenakan 1 point. Pelanggaran sedang atau pelanggaran yang berdampak kemacetan dikenakan 3 point. Pelanggaran berat atau pelanggaran yang berdampak kecelakaan dikenakan 5 point.

Dalam pengurusan perpanjangan SIM, lanjut dia, seseorang bisa tanpa diuji lagi jika tidak terlibat kecelakaan atau tidak melakukan pelanggaran lalu lintas. "Kalau pun melanggar, TAR-nya tidak boleh lebih dari 12 poin,"katanya.
Lebih jauh Mery mengatakan, jika poin TAR pengaju perpanjang SIM lebih dari 12 atau selama masa berlaku SIM sebelumnya pernah terlibat kecelakaan maka akan diuji ulang.

Untuk proses pembuatan maupun perpanjangan dan masa berlaku, tetap sama seperti sebelumnya yakni lima tahun. Namun untuk warga yang telah memiliki SIM, tidak perlu mengurus baru hingga masa berlaku habis.

"Biayanya juga sama. Tidak ada penambahan biaya. Tidak ada penambahan mekanismenya, prosedurnya dan lain-lain sebagainya," tutupnya. (diw). ‎

Penulis: Andi Wijaya
Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved