Berita Lahat

Junaidi si Pendekar Sabu-sabu Kikim Area yang Dikenal Licin, Bertekuk Lutut Dikepung Petugas

Junaidi si Pendekar Sabu-sabu Kikim Area yang Dikenal Licin, Bertekuk Lutut Dikepung Petugas

Junaidi si Pendekar Sabu-sabu Kikim Area yang Dikenal Licin, Bertekuk Lutut Dikepung Petugas
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Kedua pelaku penyalahgunaan narkoba Junaidi dan Ismed Riady saat diamankan di Mapolres Lahat. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ehdi Amin

Junaidi si Pendekar Sabu-sabu Kikim Area yang Dikenal Licin, Bertekuk Lutut Dikepung Petugas

SRIPOKU.COM, LAHAT - Nama Junaidi alias pendekar (44) di wilayah Kikim Area, Kabupaten Lahat, khususnya dikalangan pecandu narkoba merupakan sosok yang dikenal licin.

Pasalnya, meski sudah lama bergelut dengan aktifitas barang haram tersebut sepakterjangnya tidak terhendus tak heran jika ia dijuluki Sang Pendekar Sabu.

Namun, bak pepatah sepandai pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga warga Desa Tanjung Aur, Kecamatan Kikim Tengah, Kabupaten Lahat ini berhasil dipaksa bertekuk lutut oleh anggota Polres Lahat, melalui Satuan Reserse Narkoba.

Pendekar dibekuk bersama kakak kandungnya, Ismed Riadi (45).

VIRAL! Bukan Ngidam Makanan, Ibu Hamil Ini Malah Ngidam jadi Driver Ojol, Ini Reaksi Suami

Kabut Asap akibat Karhutla di Sumsel Makin Parah, Ratusan Anak di Kabupaten Muratara Terpapar ISPA

Kunker ke Palembang, Iriana Jokowi Beri Hadiah Sepeda kepada Pelajar yang Bisa Jawab Pertanyaan

Terungkapnya jaringan peredaran narkoba jenis sabu ini, berawal ditangkapnya Pendekar dengan barang bukti satu paket sedang narkoba diduga jenis sabu dan dua butir pil extasy warna merah muda logo superman didalam bungkusan yang sempat di buang pelaku untuk mengelabui petugas.

"Ya namanya dipanggil pendekar. Saat anggota juga melakukan penggeledahan dirumah Pendekar ditemukan uang tunai Rp 49 juta. Diduga hasil dari penjualan narkoba,"tegas Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIK didampingi Kasat Narkoba, AKP Bobby Eltarik SH saat Press Conference, di Mapolres Lahat. Selasa (17/9/2019)

Kemudian polisi terus melakukan introgasi kepada Pendekar yang merupakan spesialis pengedar narkoba jenis sabu di wilayah Kikim Area ( Kikim Selatan, Kikim Timur, Kikim Barat, dan Kikim Tengah).

Benar saja, rupanya pria yang mengakui telah dua tahun menggeluti bisnis barang haram itu, juga menyimpan narkoba ( gudang ) diruma orang tuanya.

Alhasil, polisi menemukan 20 paket narkoba diduga jenis sabu seberat 54.42 gram dan turun mengankan Ismed Riady.

Kabar Duka : Ibu Rio Febrian Meninggal Dunia, Batali Manggung di Budapest demi Bertemu Terakhir Kali

Bupati Lahat Cik Ujang : Masyarakat dan ASN Jangan Pecah Belah Kami, Tetap Dukung Kami Bangun Lahat

Ibu Negara Iriana Jokowi Datang ke Palembang, Jalan Depan Griya Agung Steril, Pengendara Kebingungan

"Mereka ini kakak beradik menyimpan narkoba dirumah orang tua dialamat yang sama. Untuk kedua orang tua saat ini masih kita jadikan sebagai saksi," ungkap Kapolres.

Kedua tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 atau 112 ayat 2 uu no 35 2009, pengedar dan menguasai dengan hukuman penjara paling singkat enam tahun dan ping la 20 tahun.

"Kita dengan dibantu masyarakat sangat serius membersihkan peredaran narkoba di Kabupaten Lahat ini. Seperti kali ini minimal kita menyelamatkan yang lain setelah kita tangkap pengedar ini. Setidaknya 550 jiwa kita selamatkan ( dengan asumsi satu jiwa satu gram menggunakan narkoba) ," tutup Kapolres.

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved