Harga Kembali Turun, Petani Cabe Pagaralam Malah Khawatirkan Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang

Harga Kembali Turun, Petani Cabe Pagaralam Malah Khawatirkan Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang

Harga Kembali Turun, Petani Cabe Pagaralam Malah Khawatirkan Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang
SRIPO/WAWAN SEPTIAWAN
KEBUN CABE : Tampak salah satu petani cabe yang sedang mengecek lahan mereka yang akan panen, meskipun harga cabe turun, Senin (16/9/2019). 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Para petani cabe di Kota Pagaralam kembali lesu, pasalnya baru beberapa hari harga Cabe kembali membaik yaitu diangka Rp50 ribu perkilogram dari harga Rp20 ribu perkilogram. Saat ini harga cabe kembali turun menjadi Rp30 ribu perkilogram.

Meskipun harga cabe turun hingga Rp20 ribu perkilogram, namun para petani masih tetap harus panen. Pasalnya jika tidak dipanen maka petani akan merugi.

Meskipun harga turun, para petani tidak terlalu khawatir pasalnya harga Rp30 ribu dinilai masih bisa menutupi modal yang mencapai ratusan juta. Namun saat ini yang lebih dikhawatirkan patani yaitu cuaca ekstrem mulai dari musim panas hingga angin yang mulai kencang.

Salah satu petani Cabe Desa Bandar Kecamatan Dempo Selatan, Santo mengatakan, dirinya saat ini mulai lesu pasalnya harga cabe mengalami penurunan dari Rp50 ribu menjadi Rp30 ribu perkilogram.

Kisah Mbah Kasbi, Kakek Usia 98 Tahun, Lumpuh dan Ditinggal Pergi 4 Anaknya hingga tak Mandi 9 Bulan

Bayi Meninggal Dunia Diduga ISPA Dampak Kabut Asap Karhutla, Ini Jawaban Dinkes Sumsel dan Banyuasin

Cuaca Pagi Hari Tidak Sehat - Masuk Sekolah Diundur Jam 08.00; Stop Kegiatan Luar Ruang

"Lesu pak, sebab harga turun sekarang. Padahal kita berharap harga tidak turun agar dapat keuntungan lebih," ujarnya.

Namun meskipun harga turun namun tidak terlalu merugikan petani. Pasalnya harga saat ini dinilai masih tidak membuat petani merugi.

"Yang kami khawatirkan bukan harganya pak, namun kami takut dengan kondisi cuaca saat ini yang cukup ekstrem. Selian musim kemarau angin kencang juga mulai melanda. Jika angin kencang maka berpengaruh pada batang cabe dan buahnya," katanya.

Gunung Dempo Pagaralam Mulai Diselimuti Kabut Asap, Kiriman Asap dari Luar Kota Pagaralam

Kisah Anak Perempuan Ngaku-ngaku Anak Soeharto Saat G30S/PKI, Misinya Bak Agen Rahasia Level Tinggi

Sementara Delta Handoko petani cabe lainnya mengungkapkan, saat ini petani lebih khawatir dengan cuaca dibandingkan harga. Pasalnya jika cuaca ekstrem maka akan berpengaruh pada hasil panen. Bahkan bisa membuat gagal panen.

"Lebih harga turun mas daripada gagal panen. Saat ini sudah musik kemarau jika dilanda angin kencang maka akan membuat buah cabe berkurang," ungkapnya.(one)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved