Liga Italia
Sejarah Hari Ini - Debut Nakata di Serie A, Cetak Brace ke Juventus
Lewat umpan dan pergerakan yang dinamis, Nakata sesekali dapat mengacaukan pertahanan dan gawang Juventus yang dijaga Angelo
Kalah 3-4, pendukung Perugia di Renato Curi tampak masih bisa bersorak karena timnya mampu sedikit mengimbangi Juventus berkat bantuan pemain barunya, Hidetoshi Nakata.
Nakata seakan membawa angin segar bagi klub semenjana seperti Perugia.
Dan benar saja, Nakata menjadi tumpuan bagi Perugia mengarungi Liga Italia Serie A musim 1998-1999.
Ia menjadi penampil paling banyak dengan 33 laga di Liga Italia Serie A dan menjadi top scorer klub dengan catatan 10 gol.
Nakata hanya satu setengah musim di Perugia karena ia direkrut AS Roma pada Januari 2000.
Salah satu aksi Nakata saat di Roma yang paling diingat adalah ketika melawan tuan rumah Juventus pada Mei 2001.
Nakata masuk menggantikan Francesco Totti pada menit 56' di mana saat itu timnya sedang tertinggal 0-2 lewat gol Alessandro Del Piero (4') dan Zinedine Zidane (6').
Kehadirannya pun sukses menjadi pembeda karena Nakata mampu mencetak gol lewat sepakan jarak jauh pada menit 78' yang memperkecil skor menjadi 1-2.
Kemenangan di depan mata Juventus pun buyar pada menit akhir gara-gara aksi Nakata.
Dari sisi kiri serangan Roma, Nakata melepaskan tembakan kencang yang hanya bisa ditepis kiper Edwin van der Sar.
Bola rebound pun disambar Vincenzo Montella menjadi gol. Skor menjadi sama kuat 2-2.
Dari hasil imbang itu Roma masih bertahan di puncak klasemen Liga Italia Serie A, sementara Juventus turun dari posisi dua ke tiga.
Pada musim 2000-2001 tersebut Roma meraih scudetto di mana mereka terakhir menjuarainya pada musim 1982-1983.
Gelar itu menjadi gelar pertama bagi Nakata di Liga Italia.
Gelar juara kedua dan terakhir di sepak bola Negeri Pizza kemudian Nakata rasakan di klub ketiganya di Italia, yaitu Parma.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/hidetoshi-nakata.jpg)