Jangan Abaikan, Inilah 3 Manfaat Besar Mendongeng untuk Anak

Memperkenalkan berbagai bentuk emosi dan ekspresi kepada anak bisa dilakukan dengan cara bercerita atau mendongeng. Anak akan mengetahui bagaimana eks

Jangan Abaikan, Inilah 3 Manfaat Besar Mendongeng untuk Anak
Muslim Marriage Guide
Ilustrasi - Memperkenalkan berbagai bentuk emosi dan ekspresi kepada anak bisa dilakukan dengan cara bercerita atau mendongeng. Anak akan mengetahui bagaimana ekspresi saat sedang gembira, sedih, lucu, marah, dan kesal. 

SRIPOKU.COM - Memperkenalkan berbagai bentuk emosi dan ekspresi kepada anak bisa dilakukan dengan cara bercerita atau mendongeng. Anak akan mengetahui bagaimana ekspresi saat sedang gembira, sedih, lucu, marah, dan kesal.

Pengetahuan anak tentang ekspresi itu akan memperkaya pengalaman emosi dan memengaruhi pembentukan dan perkembangan kecerdasan emosional mereka.

Ayah Ibu, Luangkan Waktumu Mendongeng untuk Anak

Mendongeng itu Bukanlah Sebuah Hal yang Sulit

Anak usia dini atau pada masa golden age (usia emas) menjadi saat tepat mendapatkan stimulasi pendidikan sehingga membantu perkembangan jasmani dan rohani.

Anak pada usia emas mempunyai sejumlah potensi yang bisa dikembangkan sesuai kemampuannya, yaitu kemampuan berbahasa, kognitif, motorik, dan sosial melalui berbagai cara.

Salah satu caranya yaitu dengan mendengarkan cerita. Dikutip dari laman resmi Sahabat Keluarga Kemendikbud, ada tiga manfaat diperoleh seorang anak melalui kegiatan bercerita:

1. Mengerti alur cerita
Mendengarkan cerita membuat anak belajar memahami alur cerita dan membayangkan kejadian sedang diceritakan. Melalui cerita, anak akan terbiasa mendengarkan dan mengingat kosakata baru sehingga memperoleh banyak perbendaharaan kata-kata baru.

Selain itu, anak juga akan memahami struktur kalimat lebih kompleks dan belajar menyusun kalimat dengan benar. Hal ini akan merangsang perkembangan bahasa dan kemampuan berbicara anak semakin baik.

2. Menanamkan nilai moral dan agama
Kegiatan bercerita bisa menanamkan nilai-nilai moral dan agama kepada anak. Guru atau orantua dapat menceritakan kisah menarik dengan tokoh berperilaku baik sehingga anak terdorong meniru sikap baik tersebut.

Sebagai contoh, ”Anak-anak, Nabi Ismail adalah nabi yang sangat berbakti kepada kedua orangtuanya. Ia selalu menuruti perintah kedua orang tuanya dan selalu membantu ketika orang tuanya membutuhkan bantuan.”

Maka secara tidak langsung, anak akan menyerap nilai-nilai moral tentang bagaimana anak harus berbakti kepada kedua orang tuanya.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved