Parenting

Ayah Ibu, Luangkan Waktumu Mendongeng untuk Anak

Anak tak akan tahu istilah "dongeng sebelum tidur" ketika orangtua tak membacakannya di waktu senggang atau kebersamaan.

Ayah Ibu, Luangkan Waktumu Mendongeng untuk Anak
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM -- Sudah bukan rahasia lagi bahwa anak zaman kini lebih antusias memainkan gadget ketimbang mendengarkan dongeng.

Tak lagi antusiasnya anak untuk mendengarkan dongeng, memang tak bisa dipisahkan dari jarangnya orangtua memberikan cerita tersebut pada anak.

Anak tak akan tahu istilah "dongeng sebelum tidur" ketika orangtua tak membacakannya di waktu senggang atau kebersamaan.

"Tapi ya bagaimana bisa baca dongeng, kalau orangtua hanya sibuk dengan urusan pekerjaan. Kalaupun ada waktu senggang, anak-anak justru diajak ke mall untuk belanja, bukannya menikmati kebersamaan dengan anak. Seharusnya ada waktu luang khusus untuk bisa membacakan dongeng bagi anak," ungkap Dr Sri Sumarni, dosen Prodi PAUD Universitas Sriwijaya.

Untuk tahap awal, Sri mengatakan hendaknya orangtua meluangkan waktu untuk banyak bercerita dengan anak-anak.

Banyak bercerita, terkadang anak membutuhkan cerita baru yang akhirnya membuat orangtua bisa mendongengkan sejumlah cerita untuk anak.

"Bisa juga dengan bilang ke anak, ibu punya cerita kancil loh. Adek mau dengar? Atau bisa juga diumpan dengan pertanyaan, adek mau dengar cerita apa? Dulu waktu kecil ibu sering diceritakan cerita tentang buaya oleh nenek, disitu awal mula kebiasaan mendengarkan dongeng dimulai," terangnya.

Jika anak sudah mulai suka mendengarkan dongeng, biasanya ia akan tersulut sendiri semangatnya untuk mulai membaca atau mencari tahu cerita apalagi yang mungkin akan orangtua ceritakan.

Orangtua pun harus menambah referensi cerita yang akan disampaikan pada anak, sehingga anak tidak akan merasa bosan mendengar hanya cerita yang sama untuk berulang kali.

"Jangan sampai nanti anak komplain. Ibunya cuma bisa cerita tentang kancil atau ayah kalau ngedongeng cuma tentang legenda Danau Toba. Justru nanti membuat anak menjadi tidak lagi suka mendengarkan dongeng orangtuanya, harus variatif lah," ungkapnya. (cr4)

Tags
dongeng
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved