Niat Puasa Tasu'ah di Bulan Muharram & Puasa Asyura 10 Muharram 1441 H, Ini Keutamaan dan Waktunya

Niat Puasa Tasu'ah 10 Muharram & Puasa Asyura di Bulan Muharram 1441 H, Ini Keutamaan dan Waktunya

Penulis: Tria Agustina | Editor: Fadhila Rahma
Tribunnews
Larangan di Bulan Muharram & Bulan Suro Berikut Amalan yang Dianjurkan Nabi, Lengkap Niat Puasa Muharram 

Raih Kemuliaan Bulan Muharram dengan Puasa Sunnah Tasua dan Asyura, Berikut Niat dan Pahalanya

SRIPOKU.COM - Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang memiliki kemuliaan selain bulan Ramadhan.

Kalender Islam telah memasuki bulan Muharram, bulan yang penuh dengan keistimewaan.

Umat Islam dianjurkan melaksanakan amalan sunnah pada bulan Muharram ini, yakni puasa Tasua dan puasa Asyura pada 9 dan 10 Muharram.

Dengan niat puasa Tasua dan puasa Asyura yang sungguh-sungguh, maka umat Islam akan mendapatkan keutamaannya.

Puasa Asyura menjadi puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan serta bisa menghapus dosa setahun yang lalu.

Puasa bulan Dzulhijjah
Puasa bulan Dzulhijjah (SRIPOKU.COM/ANTON)

Muharram merupakan bulan pertama dalam perhitungan tahun Hijriyah.

Muharram menjadi salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT.

Di bulan yang mulia ini, umat Islam dianjurkan untuk melakukan amalan-amalan termasuk berpuasa.

Bulan Muharram juga dikenal dengan bulan Suro dalam penanggalan Jawa.

Muharram menjadi salah satu dari empat bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Bulan ini disebut bulan yang suci.

 

Amalan Dahsyat Bulan Muharram, Anjuran Puasa 10 Muharram, Puasa Sehari Hapus Dosa Selama 1 tahun

Larangan di Bulan Muharram & Bulan Suro, Amalan yang Dianjurkan Nabi, Lengkap Niat Puasa Muharram

Bacaan Niat Puasa Asyura dan Puasa Tasua, Jadwal dan Keutamaan di Bulan Muharram

Dalam agama Islam, terdapat empat bulan haram diluar Ramadhan yakni Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Keempat bulan tersebut dijelaskan di dalam sabda Nabi Muhammad SAW berikut ini:

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

“Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679)

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved