DLHK Provinsi Sumatera Selatan Klaim Kualitas Udara Di Palembang Sedang

Air Quality Monitoring System (AQMS) mencatat, kondisi udara di Palembang masih dalam tahap baik di bawah kisaran range scala 50-100

Tayang:
Penulis: Rahmaliyah | Editor: Budi Darmawan
Sripo/rahma
Dany Fachrizal, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan dan Pengelolaan Sampah B3 dan Limbah B3 DLHK Sumsel, Dany Fachrial 

DLHK Klaim Kualitas Udara Sedang

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan terus memantau kondisi kualitas udara pasca kabut asap mulai menyelimuti Kota Palembang dan sekitarnya.

Dany Fachrizal, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan dan Pengelolaan Sampah B3 dan Limbah B3 DLHK Sumsel, Dany Fachrial mengatakan, kualitas udara di Kota Palembang khususnya dan beberapa wilayah rawan karhutla masih dalam kategori sedang.

Air Quality Monitoring System (AQMS) mencatat, kondisi udara di Palembang masih dalam tahap baik di bawah kisaran range scala 50-100 yang menandakan kualitas udara itu sedang.

"Berdasarkan pemantauan kualitas udara hari ini (Kamis) diangka 65, artinya dalam range kualitas udara ada masuk dalam kategori sedang. Sedangkan, dalam keadaan baik di bawah kisaran angka 1-50 yang artinya baik. 50-100 sedang, 100-150 kurang baik, 150-300 buruk atau berbahaya," jelasnya, Kamis (5/9/2019)

Dijelaskannya, Katogeri udara sedang jika pm10 ada peningkatan konsentrasi seperti Sulfur Dioksida atau SO2 dampak kejadian Karthula, yang biasanya terjadi saat pukul 5-7 pagi.

"Ketika Pagi hari memang pekat tapi kalau siang hari berangsur berkurang.
Setalah adanya perubahan angin matahari maka kepekatan hilang," ungkapnya.

Berbeda ketika malam hari menjelang, diakuinya karena ada faktor penyebab kelembapan membuat udara yang bercampur dengan asap justru membuat kondisi kian pekat. Akibatnya, jarak pandang pun terganggu.

"Jika dibandingkan dengan 2015, tahun ini tidak separah saat ini. Kita berdoa saja semoga hujan bisa turun sehingga kualitas udara bisa lebih baik," katanya.(cr26)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved