Orang Tua Wiko Korban MOS Gugat SMA Taruna Indonesia, Minta Cabut Izin SMA

Orang Tua Wiko Korban MOS Gugat SMA Taruna Indonesia, Minta Cabut Izin SMA

Orang Tua Wiko Korban MOS Gugat SMA Taruna Indonesia, Minta Cabut Izin SMA
Sripoku.com/ Andiwijaya
Orang tua WJ, Nuraina didampingi pengacara Firli Darta, saat mendatangi Polresta Palembang, berikan keterangan terkait laporannya, Senin (22/7). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kasus tewasnya siswa dalam masa orientasi siswa (MOS) di SMA Taruna Indonesia, Palembang bakal berujung ke meja hijau. Ini diketahui setelah Selasa, (3/9) tim kuasa hukum dari FDR Firli Darta SH dan Dedi Heriansyah SH melayangkan gugatan ganti rugi Rp 2 miliar ke pengadilan. Hal itu dilakukan oleh tim pengacara almarhum Wiko Jerianda yang menjadi korban MOS bulan lalu.

"Bener hari ini kami advokat tergabung kantor Hukum FDR firli Darta dan Dedi Heriasyah kuasa hukum keluarga korban SMA taruna Indonesia, alm Wiko Jerianda secara resmi mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri Palembang,"ungkap Firli Darta, Selasa,(3/9). Dia mengatakan, meskipun kasus pembunuhan itu pelakunya sudah diungkap oleh Sat Reskrim Polresta Palembang, namun pihaknya belum puas. Dia ingin pihak sekolah juga ikut bertanggung jawab dengan meninggalnya kliennya tersebut.

"Sebab SMA Taruna juga yang kami sebut harus bertanggung jawab. Makanya kami layangkan gugatan SMA Taruna dan Yayasan Gani Nusantara dengan gugatan perbuatan melawan hukum,"katanya .
Tidak hanya itu, pihaknya juga dalam waktu dekat akan melayangkan lagi gugatan ke PTUN, dengan target SMA ditutup alias tidak boleh beraktifitas. "Serta dalam waktu dekat ini kita selaku kuasa hukum keluarga korban juga akan melakukan gugatan SK izin operasi sekolah ke pengandilan tata usaha negara,"tutupnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kapolresta Palembang Pol Didi Hayamansyah mengatakan Sat Reskrim Polresta Palembang, sudah mengamankan pelaku dan merilisnya di lobi Polresta Palembang pada hari Kamis (8/8), lalu .
Pelaku diketahui berinisial HS masih dibawah umur 16 tahun merupakan senior dari korban Wiko. Lanjutnya alat bukti yang diamankan dari pelaku berupa tali sabuk warna merah yang digunakan untuk melakukan penganiayaan. Karena pelaku masih dibawah umur pihaknya tidak menghadirkan tersangka HS dihadapan awak media saat rilis digelar.

Korban Wiko Jerianda merupakan calon siswa SMA Taruna yang mengikuti masa orientasi siswa (MOS) sama seperti korban meninggal akibat sistem perekrutan siswa tersebut. Sebelumnya Dewin Berli Juliandro (14) meninggal karena dianiaya pembina Oby Prisman (24) kasusnya telah rekonstruksi dan naik kemeja hijau juga korban MOS SMA Taruna Indonesia. (diw)

Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved