Beroperasi Ilegal, Pemprov Sumsel Cabut Izin Usaha Pertambangan Ratusan Perusahaan Batubara

Pemprov Sumatera Selatan mencabut Izin Usaha Pertambangan Ratusan Perusahaan Batubara Yang Beroperasi Ilegal

Beroperasi Ilegal, Pemprov Sumsel Cabut Izin Usaha Pertambangan Ratusan Perusahaan Batubara
SRIPOKU.COM/Dok
Ilustrasi Tambang Batubara 

Pemprov Sumatera Selatan  mencabut Izin Usaha Pertambangan Ratusan Perusahaan Batubara Yang Beroperasi Ilegal

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tak main-main untuk memberikan efek jera bagi perusahaan yang tak taat aturan ataupun ilegal beroperasi di Sumatera Selatan. Terhitung sampai Agustus 2019 ini saja sudah ratusan Izin Usaha Pertambangan yang di cabut.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumsel Robert Heri mengatakan, pencabutan IUP di wilayah Sumsel sebelumnya sudah dilakukan setelah adanya korsup KPK. Dari 362 IUP di Sumsel, sudah dicabut 222 IUP.

Ia mengatakan, saat ini tinggal 144 IUP yang ada di Sumsel. “rincinya IUP Sumsel jumlahnya 120, IUP PMA sebanyak 7, PKP2B sebanyak 9, kontrak karya jumlahnya satu, IUP TBK sebanyak lima," jelasnya, Minggu (1/9/2019).

Robert menyebutkan, Batubara di Sumsel dari hasil penelitian Jepang, 47 persen cadangan batubara nasional ada di Sumsel. Bahkan berdasar catatan Pemprov sendiri per tahunnya rata-rata produksi batubara mencapai 48 juta ton.

Oleh karenanya, secara ketentuan untuk perusahaan tambang wajib melaksanakan izin reklamasi, dimana perusahaan itu wajib menempatkan jaminan reklamasi.

Berdasar catatan Dinas ESDM Sumsel, pada Juli 2019 lalu ada 68 usaha tambang yang belum menempatkan jaminan reklamasi.

“Kami sudah kasih waktu 3 bulan hingga Oktober nanti. Jika tidak menempatkan jaminan reklamasi, izin usaha pertambangan itu akan dicabut. Sejauh ini tinggal 16 perusahaan lagi belum menempatkan jaminan reklamasi,” jelasnya.(cr26)

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved