VIRAL Kisah Seorang Pria di Manado Wafat 4 Jam Setelah Jadi Mualaf dan Diberi Nama Islami

VIRAL Kisah Pria di Manado Wafat 4 Jam Setelah Jadi Mualaf dan Diberi Nama Islami

Penulis: Tria Agustina | Editor: Welly Hadinata
Instagram/@yuni_rusmini
VIRAL Kisah Seorang Pria di Manado Wafat 4 Jam Setelah Jadi Mualaf dan Diberi Nama Islami 

(Kepala orang tua kok dipukuli. Kualat kamu kepala orang tua dipukuli .... tambah sakit badanku udah sakut malah dipukuli).

Setelah percakapan itu, sang anak tiba-tiba beranjak meninggalkan ibunya dan menendang kepalanya.

Melalui akun instagram @ndorobeii, video tersebut telah diputar sebanyak 51,493 kali dan menuai komentar sebanyak 1.002 komentar dari warganet.

@endang_krisw

Kenapa tiba2 dada sesak banget yaallah .. padahal ibunya sudah bilang aku ini yg melahirkan kamu .. kok kepalaku masih kamu pukul aja .. aku ini udah sakit .. kok masih kamu pukul aja .. yaallah saat aku merindukan sosok ibu dia malah memperlakukan ibunya seperti ini

@bertrandrangga

Kelak dia akan tau apa yang dirasakan ibunya saat itu

Sang Anak Sempat Minta Maaf

ibu
ibu (Kolase Sripoku.com/surya/istimewa)

Kesal dengan perlakuan sang adik terhadap ibunya, kakaknya Novi Dwi Cahyanty mengunggah video tersebut ke Facebook karena sudah bingung mengadu.

Laporan yang dibuatnya di polsek juga sempat ditolak dengan alasan kurangnya bukti.

"Minta tolong yang bisa bantu atau laporkan anak ini tolong.. Saya sudah mencoba melaporkan ke polsek terdekat tp mlh disuruh lewat jalur kekeluargaan atau sampai ada hasil visum/otopsi (berarti secara ga langsung nunggu sampai parah dulu dipukulnya baru bisa lapor.ditindak lanjuti). karena dia adek kandung sendiri," tulis Novi.

Namun, Novi mengaku sudah tak kuat melihat kelakuan adiknya yang kurang ajar kepada orang tuanya.

Ia juga ingin agar sang adik mendapat hukuman biar jera.

"tapi apa tindakan ini harus saya diamkan sendiri. Padahal orang tua saya yang jadi korban. Ini gak sekali 2x tapi tiap hari. Dan ini posisi baru bisa saya ambil bukti, Karena saya sendiri ada anak bayi jadi repot kalau mau ambil bukti. Tolong yang bisa bantu, tolong bantu saya untuk melaporkan anak ini," lanjutnya.

Novi juga mengungkap kebiasaan buruk sang adik yang sudah berumur 21 tahun itu.

Pasalnya, sang adik tidak mau bekerja dan hanya bisa minta uang orang tua dan kerap mengamuk jika tidak diberi.

"Umur sudah 21 tapi gak mau kerja dan maunya minta orang tua terus padahal orang tua saya gak kerja. Dan kalau gak dituruti anak ini semakin mengamuk dan suka banting-banting barang-barang di rumah dan terakhir dia suka mukul-mukul orang tua saya. Tolong. Saya bingung untuk emberi efek jera pada anak ini karena sudah terlalu sangat kurang ajar," pungkas Novi Dwi Cahyanty.

Seketika video kiriman Novi itu viral dan tersebar di berbagai media sosial.

Akhirnya, kasus AP berhasil ditangani pihak kepolisian usai viral.

Melansir Wartakota dari tayangan YouTube Humas Polrestabes Surabaya, pihak Polsek Tegalsari akhrinya memberi respon, pada Rabu (21/8/2019).

"Kita merespon dengan cepat dari kejadian yang ada di media sosial. Kami juga berterima kasih kepada media sosial yang cukup memviralkan setiap kejadian yang mungkin tidak sempat kami ketahui," ucap Kompol Rendy Surya Aditama, SH, SIK, Kapolsek Tegalsari.

Kaoplsek Tegalsari itu juga mengatakan kondisi bahwa sang ibu (korban) sedang sakit keras dan meminta diselesaikan secara kekeluargaan.

"Seluruh keluarga kita mediasi agar kejadian ini tidak terulang dikemudian hari," imbuhnya.

Kakak pelaku mengaku tak berniat membuat viral kelakuan sang adik, tetapi hanya ingin memberi efek jera kepada sang adik.

"Saya yangmemvideo saat itu karena sudah sangat emosi, niatnya cuma mau ngasih efek jera karena kasihan sama ibu. Saya juga tidak tahu kalau bakal seviral ini," ucap Novi.

Dihadapan pihak kepolisian AP tampak menangis tersedu-sedu mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada ibunya.

Di akhir video, tampak AP meminta maaf kepada sang ibu.

Sang Ibu Meninggal Dunia

ibu
ibu (Kolase Sripoku.com/surya/istimewa)

Kabar duka tiba-tiba mengejutkan publik. Ibu yang ada di video tersebut dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (27/8/2019) pukul 14.00 di Rumah Sakit Dr Soewandie, Surabaya.

Melansir Surya.co.id, puluhan warga bergantian mendatangi rumah duka yang berada di Kedondong Kidul gang 1 RT 05/RW 06, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegalsari.

Kabar duka ini juga menyebar di media sosial salah satunya di posting oleh Instagram Surabaya @aslisuroboyo.

"Innalillahi wainna illaihi rojiun.

Sek iling karo video viral ibu karo anak nang Tegalsari kapanane? Awan mau sekitar jam 14.00 nang RS Soewandi, ibu Djaiti seng nang video meninggal dunia mergo penyakit komplikasi. Rencanane jenazah bakal dimakamno nang TPU Ngagel bengi iki.

Wes gak usah nyalahno sopo-sopo. Dijupuk pelajaran ae, lek awak dewe kudu akeh bersyukur & luwih sayang nang wong tuwo opo maneh lek sek ono loro karone. Yuk bareng-bareng ndungo gawe almh. ibu Djaiti dungakno ben husnul khotimah.

(Masih ingat dengan video viral ibu dan anak di Tegalsari beberapa waktu lalu? Siang tadi sekitar jam 14.00 di RS Soewandi, ibu Djaiti yang divideo meninggal dunia karena penyakit komplikasi. Rencananya jenazah akan di makamkan di TPU Ngagel malam ini.

Nggak usah menyalahkan siapa-siapa. Ambil pelajaran, jika kita harus lebih banyak bersyukur dan sayang kepada orang tua apalagi jika masih lengkap dua-duanya. Yuk sama-sama berdoa untuk almarhumah Ibu Djaiti doakan biar khusnul khotimah)."

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved