Bank Sumsel Babel (BSB) klaim akan Terus Berkomitmen Bantu Optimalkan PAD Sumsel

Bank Sumsel Babel (BSB) berkomitmen siap membantu optimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumsel mengingat untuk saat ini dinilai masih jauh target

Bank Sumsel Babel (BSB) klaim akan Terus Berkomitmen Bantu Optimalkan PAD Sumsel
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Direktur Pemasaran BSB, Antonius Prabowo Argo saat memaparkan tentang pengoptimal Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumsel di kantor Pusat BSB Jakabaring, Selasa (20/8/2019). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Bank Sumsel Babel (BSB) berkomitmen siap membantu optimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumsel mengingat untuk saat ini dinilai masih jauh dari target.

Upaya tersebut sebagai tindak lanjut penandatangan perjanjian kerjasama Pemanfaatan Sistem Monitoring Penerimaan Pajak online dengan tujuh pemerintah daerah Kabupaten/Kota di Sumsel dan Babel yang telah dilaksanakan tahun 2018 lalu.

"Dengan optimalisasi pajak daerah dapat maksimal PAD yg digunakan utk pembiayaan pembangunan daerah utk kepentingan masyarakat," ujar Direktur Utama BSB melalui Direktur Pemasaran BSB, Antonius Prabowo Argo melalui keterangan resmi, Rabu (21/8/2019).

Kesal Karena Buntu tak Ada Uang, Pria di Palembang Ini Tega Aniaya Pacarnya dengan Alat Penggorengan

Jadi Pasukan Elit Mematikan hingga Latihan Mirip di Neraka, Ternyata Segini Gaji Prajurit Kopassus

Siapkan Generasi Muda yang Unggul, PEM Akamigas Cepu-Pertamina Teken Kerjasama Diklat Senilai 26 M

Dia menyebutkan hingga 19 Agustus 2019, sebagai supporting program optimalisasi PAD monitoring realisasi untuk perkembangan pengadaan dan pemasangan alat Tapping Box yang dilakukan Bapenda kepada Wajib Pajak (hotel, restoran,dll) di beberapa Kabupaten/Kota di wilayah Sumsel masih berjalan lambat dan belum optimal.

Hal tersebut dapat dilihat dari kisaran pencapaian sebesar 46,51 persen (519 unit Tapping Box) dari target yang telah ditentukan bersama yakni 1.116 Tapping Box.

"Namun, dari 7 Kabupaten/Kota yang menjadi percontohan, hanya kota Palembang yang berhasil mencapai 100,25 persen untuk pemasangan Tapping Box tersebut atau sebanyak 401 unit dari 400 unit Tapping Box yang telah ditargetkan," jelasnya.

Antonius memaparkan, beberapa permasalahan atau kendala yang dihadapi dalam merealisasikan pengadaan dan pemasangan alat Tapping Box tersebut antara lain masih rendahnya kesadaran pelaku usaha untuk melapor serta membayar pajak restoran dan hotel, Wajib Pajak (WP) yang menolak untuk pemasangan alat Tapping Box tersebut.

Kecewa dan Ingin Juara Liga 2, Pemain Asal Papua Ini Kembali Perkuat Laskar Wong Kito Sriwjaya FC

Menjadi Korban Pecah Kaca, Sebuah Tas Berisi Dokumen SPPD Raib dari Mobil Dinas Istri Sekda Ciamis

Masih Panas Perseteruan Anggia Perez dan Della Perez, Gaston Castano Pinta Surat Cerai Julia Perez?

Tapping box merupakan alat yang dipasang pada mesin kasir di hotel dan restoran utk memonitoring pajak yg telah dibayar masyarakat sewaktu menginap dihotel dan makan direstoran, yg ber omset besar dan sedang/menengah.

Lalu, lanjut Antonius, dari WP yang lama atau tidak bersedia membuka akses database, jarak yang terlalu jauh, sarana prasarana yang belum maksimal dan stokperangkat dari vendor dan menunggu jadwal pemasangan.

"Selain itu karena masih adanya kabupaten/kota yang masih dalam proses penjajakan kerjasama (MoU)," kata dia.

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved