Berita Banyuasin

Momen Kemerdekaan BRG dan Masyarakat Berkomitmen Jaga Gambut di Banyuasin

Momen Kemerdekaan BRG dan Masyarakat Berkomitmen Jaga Gambut di Banyuasin

Momen Kemerdekaan BRG dan Masyarakat Berkomitmen Jaga Gambut di Banyuasin
Handout
Momen Kemerdekaan BRG dan Masyarakat Berkomitmen Jaga Gambut di Banyuasin 

Momen Kemerdekaan BRG dan Masyarakat Berkomitmen Jaga Gambut di Banyuasin

SRIPOKU.COM - Meriahkan Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-74, Badan Restorasi Gambut (BRG) memanfaatkan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia untuk mengobarkan semangat gotong royong jaga gambut.

Berpusat di Lapangan Desa Daya Makmur Kecamatan Muara Padang Kabupaten Banyuasin, Sabtu (17/8), BRG melaksanakan Upacara Bendera bersama dengan masyarakat sekitar ekosistem gambut di Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin.

Dalam momen ini BRG mengajak masyarakat untuk terus mengobarkan semangat gotong royong jaga gambut dan bersama melaksanakan upaya restorasi gambut berkelanjutan.

Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead mengatakan, Kabupaten Banyuasin terutama Kecamatan Muara Padang ini merupakan penyangga Taman Marga Satwa Padang Sugihan. 2015 lalu, Padang Sugihan yang memiliki luas 80 ribu hektar lebih ini terbakar sampai 60 ribu hektar.

“Sehingga kita harus membasahi kembali Padang Sugihan agar tidak membawa bencana asap, kita ajak masyarakat di kabupaten dan kecamatan ini untuk membasahi gambut dan membawa program untuk menyejahterakan masyarakat seperti penggemukan sapi, pertanian dan lainnya,” jelasnya.

250 PNS di OKU Terima Satya Lencana Karya Satya di Hari Kemerdekaan

Rutan Baturaja Didominasi Kasus Narkoba, 1 Narapinada Dapat Remisi Bebas

Hari Kemerdekaan RI 2019, 435 Napi di LP Klas IIA Tanjung Raja Mendapat Remisi 4 Napi Langsung Bebas

Deklarasi Jaga Gambut yang dilakukan BRG, Camat Muara Padang dan para kades ditandai dengan ikrar dan penandatanganan deklarasi. Hal ini agar ekosistem gambut yang ada di Banyuasin terutama Padang Sugihan dijaga terus.

“Tentu juga harus didukung oleh masyarakat, pemerintah pusat, kecamatan, desa dan kelompok tani sehingga tidak ada lagi kebakaran dan gambutnya pulih dan sehat,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumsel Edward Chandra mengatakan, ekosistem gambut di Sumsel luar biasa nomor 2 setelah Riau, sekitar 1,2 juta hektar. Provinsi Sumsel masuk dalam salah satu dari tujuh provinsi penting dalam upaya untuk penyelamatan lahan gambut karena terdapat 650 ribu hektare lahan gambut rusak.

“Diprogramkan secara bertahap sesuai arahan BRG dan tim restorasi gambut, hingga 2020 mendatang sudah dapat terestorasi ekosistem gambut ini dengan berbagai perogram pembasahan, revitalisasi dan revilisasi,” terangnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut Myrna A Safitri mengatakan, pihaknya memberikan edukasi langsung kepada warga melalui fasilitator yang tinggal bersama masyarakat selama kurang lebih 10 bulan setiap tahunnya.

Baru Tiba di Palembang, Hendra Ridwan Langsung Ikut Latihan

Pemkab OI Juara Pertama Lomba Bidar di Palembang

Pembawa Baki Ngaku Tidur tak Nyenyak dan Sempat Gugup Saat Bawa Bendera

Mengajak masyarakat memelihara gambut, memberikan alat peraga pendidikan kepada siswa SD di seluruh desa peduli gambut agar terintegrasi dengan materi pembelajaran di sekokah. Kemudian kelompok anak muda, seniman pangan memproduksi beberapa produk.

“Juga memberikan edukasi kepada pemangku agam agar memasukkan materi pemeliharaan gambut agar tersampaikan langsung kepada warga,” katanya.

Editor: adi kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved