News Video Sripo

Video: Sedang Asyik Hisap Narkotika, Warga Desa Skonjing Kecamatan Tanjung Batu Diamankan Petugas

Sedang Asyik Hisap Narkotika, Warga Desa Skonjing Kecamatan Tanjung Batu Diamankan Petugas

Laporan Wartawan Sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, INDRALAYA -- Hengki Firmansyah Putra (25) tak berkutik saat Sat Res Narkoba Polres Ogan Ilir menyambanginya, di pondokan sawit Desa Skonjing Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir. Maklum, ia tengah asyik menikmati Narkotika jenis Ganja di pondokan tersebut.

"Waktu dirangkap itu lagi on pak," ujarnya saat diinterograsi di ruang penyelidikan Sat Res Narkoba Polres Ogan Ilir, Kamis (15/8/2019).

Dari tangannya, didapat satu paket Narkotika jenis Ganja seberat 0,32 gram. Hengki diduga menjadi pengedar barang haram tersebut.

"Dapat dari orang pak, namanya G (DPO)," jelasnya.

Sementara itu di tempat yang sama, aparat juga berhasil meringkus Firmansyah alias Erik (28), seorang petani yang berdomisili di tempat yang sama. Dari tangannya, didapat dua paket Narkotika jenis Sabu dengan berat 1,29 gram, uang tunai sebanyak Rp550 ribu, 8 buah bong dan puluhan jarum suntik. Alat-alat tersebut diduga digunakan untuk menggunakan Narkotika jenis Sabu tersebut.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Gazali Ahmad melalui Kasat Res Narkoba Polres Ogan Ilir Iptu Fajri Anbiyaa mengatakan, berdasarkan informasi yang didapat pindokan tersebur acapkali digunakan sebagai tempat untuk mengonsumsi barang haram itu. Atas dasar informasi itulah, mereka langsung bergerak ke lokasi dan didapat barang-barang tersebut.

"Kita banyak menemukan alat-alat yang diduga digunakan untuk mengonsumsi Narkotika, seperti jarum suntik dan bong. Langsung kita amankan," ujarnya saat diwawancarai.

Dari hasil tangkapan tersebut, Sat Res Narkoba Polres Ogan Ilir mengamankan 2 paket Sabu, 1 paket Ganja, 8 bong untuk menghisap Sabu, puluhan jarum suntik serta 7 bal plastik kecil plus 9 korek. Atas tangkapan tersebut, kedua tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat 1 dan 114 ayat 1 Undang-Undang Narkotika Tahun 2009, dengan ancaman 5 sampai 15 tahun penjara.

"Kita juga melakukan pengembangan untuk menangkap bandarnya yang lebih besar lagi," jelasnya. (mg5)

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Ahmad Helmi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved