Titik Api Terus Bertambah, Jumlah Luas Lahan Terbakar Kabupaten PALI Capai 107 Hektar

tercatat sedikitnya ada 72 hotspot terpantau melalui Aplikasi "Lapan Fire" milik BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi Sumatera Selatan

Titik Api Terus Bertambah, Jumlah Luas Lahan Terbakar Kabupaten PALI Capai 107 Hektar
Foto: Dok BPBD.
Tim Terpadu anti Karhutla BPBD Kabupaten PALI saat memadamkan api yang membakar lahan. 

Titik Api Terus Bertambah, Jumlah Luas Lahan Terbakar Kabupaten PALI Capai 107 Hektar

Laporan Wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga 

SRIPOKU.COM, PALI -- Jumlah titik api di Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir) sepanjang Tahun 2019 terus mengalami peningkatan signifikan, tercatat sedikitnya ada 72 hotspot terpantau melalui Aplikasi "Lapan Fire" milik BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (5/8/2019).

Kepala BPBD PALI, Junaidi Anuar berkata, bahwa sepanjang Tahun 2019 hingga Bulan Agustus 2019 ada peningkatan signifikan titik api.

Dimana, paling banyak terpantau pada aplikasi Lapan Fire pada Bulan Juni 2019, yakni 36 titik api, sementara Bulan Juli 22 hotspot.

"Setidaknya sepanjang 2 Tahun 2019 ini ada sebanyak 107 hektare lahan terbakar yang tersebar di lima (5) kecamatan di Kabupaten PALI," ungkap Junaidi, Senin.

Menurutnya, guna antisipasi agar Bencana Kebakaran Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tidak menyebar, Satgas Terpadu Anti Karhutla, terdiri dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD PALI, bersama pihak terkait lainnya TNI, Polri serta Manggala Agni dari Kementrian Kehutanan rutin melakukan sosialisasi.

Sehingga, warga tidak membuk lahan dengan cara membakar, lantaran membuka lahan dengan cara membakar ialah perbuatan melanggar hukum dengan ancaman pidana.

Selain sosialisi kerumah-rumah warga, tim satgas anti Karhutla, bahkan menyambangi warga hingga ke kebun-kebun agar tidak membuka lahan dengan membakar.

"Tim kita masih siaga di lima posko tiap kecamatan di Kabupaten PALI, lantaran pada Bulan Agustus 2019 ini diprediksi puncaknya musim kemarau, sehingga rentan terjadi Karhutla," katanya.

"Selain sosialisasi, himbauan-himbauan pencegajan agar tidak terjadi kebakaran lahan juga terus digalakkan tim pada tiap posko masing-masing," jelasnya.(cr2)

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved