Tangan dan Kaki Seorang Wanita di Ohio Terpaksa Diamputasi Akibat Bakteri dari Seekor Anjing
Tangan dan Kaki Seorang Wanita Di Ohio Terpaksa Diamputasi Akibat Bakteri Dari Seekor Anjing
Penulis: Chairul Nisyah | Editor: Fadhila Rahma
Tangan dan Kaki Seorang Wanita Di Ohio Terpaksa Diamputasi Akibat Bakteri Dari Seekor Anjing
SRIPOKU.COM - Memelihara hewan kesayangan memang termasuk hobi yang baik bagi manusia.
Dengan mengenal baik hewan tersebut, dan tau cara benar dalam perawatannya tentu akan mempermudah sang pemilik untuk memelihara hewan tersebut dengan baik pula, dan bahagia hidup berdampingan.
Akan tetapi tak selamanya hewan peliharaan membawa kebahagiaan bagi pemiliknya.
Mengutip dari laman Grid.ID, Sabtu (3/8/2019), seorang wanita asal Ohio, AS, harus menerima kenyataan bahwa kaki tangannya diamputasi karena hewan peliharaannya.
Kenyataan pahit tersebut ternyata disebabkan oleh anjing peliharaannya sendiri.
Kaki dan tangan wanita tersebut terkena infeksi bakteri dari anjingnya itu.
• Kisah Perjalanan Betrand Peto, Bocah Viral Di Media Sosial Hingga Menjadi Bagian Keluarga Ruben Onsu
• Amalan Dianjurkan Sebelum Idul Adha 10 Dzulhijjah Selain Kurban, Niscaya Diberi Ganjaran Luar Biasa
• Kisah 30 Prajurit Kopassus Terpaksa Pakai Cara Mistis Usir 3000 Pemberontak Kongo, Cuma 30 Menit!
Dilansir oleh Grid.ID, wanita yang diketahui bernama Marie Terena ini sebelum musibah menimpanya dia mengalami sakit dan sedih.
Seluruh suhu tubuhnya tinggi dan rendah jadi tak tentu, ia segera dibawa ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan pertolongan pertama sejak 9 hari.
Sungguh mengejutkan, ketika Terena terbangun dia sudah mendapati kondisinya kaki dan tangannya diamputasi .
Menurut keterangan dokter, mereka menemukan bahwa bakteri itu terinfeksi karena jilatan dari anjingnya.
Bakteri yang diketahui bernama capnocytophaga canimorsus, kemungkinan adalah luka dari anjingnya yang masuk ke dalam tubuhnya.
Kemudian, Terena juga mengonfirmasi dugaan dokter bahwa, dia pernah menemukan sedikit infeksi pada tubuhnya.
Dalam keterangan lanjutan dokter, Terena tidak sadar ketika dia masuk ke ruang perawatan intensif, Terena kehilangan kesaran.
Kulitnya mulai berubah, menjadi ungu, dengan cepat berkembang menjadi gangren.