informasi Haji 2019

Mulai 6 Agustus ini, Jatah Makan Jemaah Haji Disetop Sementara

Jatah makan (konsumsi) jemaah haji tahun 2019 di Mekkah, mulai tanggal 5 Zuhijjah 1440 H, Selasa (6/8/2019)dihentikan sementara

Mulai 6 Agustus ini, Jatah Makan Jemaah Haji Disetop Sementara
ist
MAKAN SIANG --Jemaah Haji Kloter 2 Palembang menikmati jatah makan siang yang diberikan pihak Katering selama tinggal di Mekkah 

Laporan Wartawan Sripoku.com/Muhammad Husin

SRIPOKU.COM, MEKKAH -–Jatah makan (konsumsi) jemaah haji tahun 2019 di Mekkah, mulai tanggal 5 Zuhijjah 1440 H, Selasa (6/8/2019)  dihentikan sementara. Hal itu dilakukan pengelola katering di Mekkah karena persiapan mobilisasi jemaah haji menuju Arafah.

Hal itu katakan Kepala Seksi Katering Daerah Kerja (Daker) Mekkah Bany Darmawan, seperti dirilis Media Center Haji (MCH), Jumat (2/8). Penghentian sementara konsumsi ini, dilakukan selama lima hari, yakni tiga hari sebelum dan dua hari setelah masa puncak haji. “Konsumsi dihentikan pada 5,6, 7, 14, dan 15 Zulhijah,” kata Beny.

Selanjutnya, Beny juga menjelaskan, selama masa puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, jemaah haji akan memperoleh 15 kali makan sehingga jemaah haji tidak perlu khawatir tidak memperoleh makan selama masa puncak haji. Sejak tiba di Arafah pada 8 Zulhijah siang, jemaah sudah mulai mendapatkan makan.

Penyediaan konsumsi di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna)  akan berakhir dengan diberikannya makan siang pada 13 Zulhijjah. Selain itu, jemaah haji juga memperoleh satu paket makanan siap saji. “Di dalamnya terdapat mie instan yang bisa langsung diseduh dengan air panas, roti, biskuit, kopi, maupun teh sachet,” jelasnya

Seperti diberitakan sebelumnya, konsumsi jemaah haji  diberikan panitia, dengan rincian 40 kali di Makkah, sekali di bandara, 18 kali di Madinah, dan 16 kali saat fase puncak haji di Arafah-Muzdalifah dan Mina. Namun memang jemaah harus mempersiapkan diri karena ada beberapa hari di mana makanan tidak disiapkan.

Sementara contributor sripo di Mekkah RM Syukri melaporkan, sejauh ini belum ada pengumuman resmi dari Ketua Kloter, terkait waktu penghentian jatah makan jemaah haji. Namun sejauh ini,  jemaah mengetahui aka nada penghentian.

“Belum ada pengumuman resmi. Sejauh ini, jatah makan masih diterima jemaah dengan menu yang bervariasi,” katanya.

Namun beberapa Kelompok Bimbingan Haji Indonesia (KBIH) yang sudah memiliki pengalaman, telah  mengingatkan jemaah terkait dihentikannya smeentara jatah makan jemaah terhitung 5 Zulhijjah 1440 H mendatang. “Ada tiga solusi yang ditawarkan ke jemaah. Pertama, bisa beli makan di toko makanan terdekat di sekitar maktab, memesan dengan orang Indonesia yang menetap di Mekkah, atau jemaah masak sendiri dengan peralatan seadaanya. Semua masih diskusikan,” kata RM Syukri, yang tergabung di Kloter 2 Palembang. (sin)

Penulis: Husin
Editor: muhammad husin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved