Masuk Bulan Dzulhijjah, Ini Niat Puasa Dzulhijjah Dilengkapi Jadwal Puasa Sunah Arafah & Tarwiyah
Masuk Bulan Dzulhijjah, Ini Niat Puasa Dzulhijjah Dilengkapi Jadwal Puasa Sunah Arafah & Tarwiyah
Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Welly Hadinata
Masuk Bulan Dzulhijjah, Ini Niat Puasa Dzulhijjah Dilengkapi Jadwal Puasa Sunah Arafah & Tarwiyah
SRIPOKU.COM - Niat puasa Dzulhijjah, puasa arafah dan puasa tarwiyah sebelum Idul Adha, pahala sungguh besar.
Jelang Idul Adha 2019, umat muslim sebaiknya mengetahui ibadah sunah yang dianjurkan untuk dilakukan, sama halnya dengan ibadah puasa.
Memasuki bulan Dhulhijjah inilah niat beberapa puasa sunnah yang dianjurkan dilaksanakan jelang Idul Adha 2019, salah satunya puasa Dzulhijjah.
Niat puasa Dzulhijjah
"Nawaitu shauma syahri dhilhijjati sunnatan lillahi ta’ala."
Artinya, "Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala."
Puasa di bulan Dzulhijjah dianjurkan dilakukan bagi kaum Muslimin yang tidak melaksanakan ibadah haji.
Sementara bagi mereka yang sedang berhaji, haram hukumnya untuk melaksanakan puasa sunnah di bulan Dzulhijjah.
Karena pada tanggal tersebut, umat muslim yang menunaikan ibadah haji tengah melaksanakan rukun haji yaitu wukuf di Padang Arafah.
Salah satu bagian dari Keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah disyariatkannya ibadah udhiyah.
Yaitu, menyembelih hewan kurban yang dapat berupa hewan ternak, di antaranya sapi, kerbau, domba, kambing, atau unta di 10 Dzulhijjah atau Hari raya Idul Adha.
Ketika bulan Dzulhijjah tiba, umat muslim mulai dapat melaksanakan puasa Dzulhijjah.
Dimulai sejak tanggal 1 Dzulhijjah hingga 7 Dzulhijjah.
Adapun keutamaan puasa Dzulhijjah setiap harinya berbeda-beda.
Tanggal 1 Dzulhijjah
Allah mengampuni Nabi Adam AS di Arafah, maka yang berpuasa di hari itu akan diampuni dosa-dosanya.
Tanggal 2 Dzulhijjah
Allah mengabulkan doa Nabi Yunus AS dan mengeluarkannya dari perut ikan nun, maka orang yang berpuasa di hari itu sama seperti beribadah dan berpuasa satu tahun tanpa maksiat.
Tanggal 3 Dzulhijjah
Allah mengabulkan doa Nabi Zakariya AS, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dikabulkan doanya.
Tanggal 4 Dzulhijjah
Nabi Isa AS dilahirkan, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dihilangkan kesusahan dan dikumpulkan bersama orang mulia di hari kiamat.
Tanggal 5 Dzulhijjah
Nabi Musa AS dilahirkan dan dimuliakan munajatnya, maka orang yang berpuasa di hari itu akan terlepas dari sifat munafik dan siksa kubur.
Tanggal 6 Dzulhijjah
Allah membukakan pintu kebaikan semua nabi, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dipandang Allah dengan penuh rahmat dan kasih sayang.
Tanggal 7 Dzulhijjah
Pintu neraka jahanam dikunci dan tidak akan dibuka sebelum berakhir pada 10 Dzulhijjah, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dihindarkan dari 30 pintu kemelaratan dan kesukaran dan dibukakan 30 pintu kemudahan untuknya.
• Periksa Kehamilan, Berikut Jadwal Praktek Dokter Kandungan dan Kebidanan di RS RK Charitas Palembang
• 4 Artis Punya Penyakit Kanker Otak Selain Agung Hercules, Ada yang Meninggal Setelah Sholat Zuhur
• Pemkot Palembang Buka Lowongan P3K Dan CPNS 2019, Dibuka Oktober Mendatang, Berikut Syarat-syaratnya
Selain puasa Zulhijah dan Tarwiyah ada juga puasa Arafah yang disunnahkan jelas perayaan Idul Adha.
1. Puasa Arafah
Puasa Arafah adalah salah satu puasa sunnah yang bisa dilakukan jelang hari raya Idul Adha.
Biasanya, puasa ini dilakukan setiap tanggal 9 Dzulhijjah, di mana kaum Muslimin yang tengah melaksanakan ibadah haji sedang menunaikan wukuf di Arafah.
Umat muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji dianjurkan untuk berpuasa agar turut merasakan nikmatnya yang dirasakan oleh kaum muslim yang tengah berhaji.
Seperti puasa sunnah lainnya, puasa Arafah pun mendatangkan keutamaan yang sungguh istimewa.
Yakni, dihapuskan segala dosa selama setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Hal itu sebagaimana tertuang dalam hadis yang diriwayatkan Abu Qatadah al-Anshari ra, "Dan Rasulullah SAW ditanya tentang berpuasa di hari Arafah. Maka, baginda bersabda, 'Ia menebus dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang'.” (HR Imam Muslim).
Selain itu, umat muslim yang berpuasa Arafah akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda di hari tersebut.
Adapun, niat puasa Arafah sebagai berikut.
نويتُ صومَ عرفة سُنّةً لله تعالى
"Nawaitu shauma 'arafata sunnatan lillahi ta'ala."
Artinya, "Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta'ala."
Selain keutamaan di atas, puasa Arafah juga mendatangkan kemuliaan.
1. Allah akan memberi keberkahan pada kehidupannya.
2. Bertambah harta.
3. Dijamin kehidupan rumah tangganya
4. Dibersihkan dirinya dari segala dosa dan kesalahan yang telah lalu.
6. Dilipatgandakan amal dan ibadahnya.
7. Dimudahkan kematiannya.
8. Diterangi kuburnya selama di alam Barzah.
9. Diberatkan timbangan amal baiknya di Padang Mahsyar.
10. Diselamatkan dari kejatuhan kedudukan di dunia, serta dinaikkan martabatnya di sisi Allah SWT.
2. Puasa Tarwiyah
Sebelum melaksanakan puasa Arafah, umat muslim dapat menunaikan puasa Tarwiyah.
Artinya, puasa Tarwiyah dapat dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah.
Keistimewaan puasa Tarwiyah adalah menghapus dosa yang dibuat tahun lalu.
Adapun, niat puasa Tarwiyah sebagai berikut.
"Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala."
Artinya, "Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta'ala."
• Dokter Jelaskan Cara Baru Obati Kanker Otak dengan Virus Polio, Waspadai Jika Tiba-tiba Sulit Bicara
• Pemkot Palembang Buka Lowongan P3K Dan CPNS 2019, Dibuka Oktober Mendatang, Berikut Syarat-syaratnya
• Persebaya Vs Persipura: Sempat Alami Cedera, Bisakah Boaz Solossa Tampil Lawan Bajul Ijo?
===