News Video Sripo

Kapolda Irjen Pol Firli, Sumsel Bukan Saja Tempat Transit, Tetapi Tempat Penyebaran Ke Pulau Jawa

Kapolda Irjen Pol Firli, Sumsel Bukan Saja Tempat Transit, Tetapi Tempat Penyebaran Ke Pulau Jawa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Lagi-lagi Anggota Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang, Unit 1, Pimpinan Kanit Ipda Dian Idaman, menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu sebanyak 13,708 kg dan ekstasi sebnyak 20.000 butir pil ekstasi, yang diselundupkan dari kota Medan, Sumatera Utara yang disimpan tersangka Nazarudin alias Udin (46) dan Haryanto alias Yanto alias Yudi (42).

Dimana, ribuan butir pil ekstasi berlogo Supermen yang dikemas dalam empat bungkus besar dan 13 paket besar shabu dibungkus dalam kemasan teh bertuliskan Qing Shan disimpan dalam karung tersebut diamankan petugas dari penggeledahan di rumah tersangka Nazarudin di Jalan Psi Lautan, Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan IB II Palembang, Selasa (31/7), sekitar pukul 06.30.

Selain barang bukti narkoba, bersama kedua tersangka juga diamankan barang bukti empat unit ponsel dan satu unit mobil Toyota Innova BG 1477 UQ yang diduga dipakai untuk bertransaksi.

Gelorakan Semangat Juang Pahlawan, Herman Deru Ajak Warga Sumsel Ikuti Kemeriahan Festival Gapura

Dikenal Bos yang Royal, Raffi Ahmad Pernah Belikan Mobil untuk Asisten Pribadinya!

Kumpulan Video Klip dan Lirik Kompilasi Lagu Sheila on 7, Lima Lagu Diantaranya Paling Fenomenal

Sementara, Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli didampingi Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah membenarkan penangkapan tersebut setelah anggota mendapat informasi bahwa tersangka Nazarudin adalah pengedar narkoba.

“Saat ini Sumsel bukan hanya sebagai daerah transit peredaran narkoba, tapi juga penyebaran dan menyebarkan ke Jawa Lampung,” kata Kapolda Sumsel saat memimpin pres rilis hasil ungkap kasus di Polresta Palembang, Rabu (31/7), yang juga didampingi Kasat Res Narkoba, Kompol Ahmad Akbar,

Lanjut Jendral Bintang Dua ini juga mengatakan, barang bukti narkoba yang ditangkap kali ini berasal dari Medan yang disuplai dari negara tetangga, dan dalam dua bulan terakhir, ini merupakan hasil ungkap kasus ketiga terbesar.

“Narkoba ini masuk ke Indonesia dari negara tetangga melalui Aceh dan Riau. Tiga bulan ini, pertama kita tangkap Juni sebanyak 9 kg, awal Juli ada 3 kg dan ini 13 kg ditambah ekstasi,”bebernya.

Ditempat yang sama Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman didampingi Kasat Reserse Narkoba Polresta Palembang Kompol Ahmad Akbar menjelaskan, berdasarkan hasil analisa barang bukti narkoba tersebut berasal dari Medan.

Artis Cantik Tessa Kaunang Terpikat Habiskan Liburan di Tegal Mas Lampung

Semester I/2019, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) Raih Laba Rp 238,15 Miliar

Terapi Bekam Memberikan Banyak Manfaat, Diantaranya Mengobati 7 Macam Penyakit Ini

“Dari kemasan dan bentuk ekstasi yang diamankan kali ini sama dengan hasil tangkapan 200 butir beberapa hari lalu dan diduga narkoba tersebut sama dengan barang bukti yang disita dari jaringan Letto,” ungkap Farman.

Atas perbuatan tersebut, dirinya menambahkan, kedua tersangka akan dijerat Pasal 114 ayat 2 dan 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati.

Sementara, tersangka Nazarudin mengaku sudah lima kali memasukkan narkoba ke Palembang dengan upah Rp20 juta per orang untuk sekali pengiriman.

“Barang dari Nasir (DPO) di Medan. Barang masih disini karena masih menunggu perintah dan setelah itu baru dapat uang,” Ungkap bujangan yang sehari-hari bekerja sebagai teknisi audio mobil tersebut. (diw).

Penulis: Andi Wijaya
Editor: Ahmad Helmi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved