Berita Lubuklinggau

Pembangunan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Bisnis di Lubuklinggau Dimulai, Ini Kata Menristekdikti

Menristekdikti, M Nasir melakukan peletakan batu pertama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Bisnis (STIEBI) Prana Putra di Kota Lubuklinggau.

Pembangunan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Bisnis di Lubuklinggau Dimulai, Ini Kata Menristekdikti
TRIBUN SUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Menristekdiktim N Nasir usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Bisnis Prana Putra Lubuklinggau, Kamis (25/7/2019). 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Menristekdikti Mohammad Nasir melakukan peletakan batu pertama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Bisnis atau STIEBI Prana Putra di Kota Lubuklinggau, Kamis (25/7/3019).

M Nasir pun meminta kepada pengelola yayasan untuk serius membangun perguruan tinggi tersebut, karena lahirnya perguruan tinggi untuk meningkatkan daya saing.

"Saya minta ketua yayasan untuk melakukan pendatan karena disini sudah ada SMA/SMK dan MAN. Dari jumlah lulusan itu yang sudah terserap diperguruan tinggi berapa persen dan yang belum berapa persen," katanya

Untuk yang belum kuliah ini tolong dianalisa mengapa mereka belum kuliah. Sepintas ia mendengar jika permasalahan di Kota Lubuklinggau kebanyakan karena tidak punya biaya untuk kuliah.

"Kalau masalah biaya harus kita menciptakan sebuah perguruan tinggi yang tidak mahal. Namun, kualitasnya baik. Mau tidak mau teknologi harus, melalui sistem online ning," ungkapnya.

Menurutnya, dengan online ning bisa dilakukan dengan pembelajaran jarak jauh. Contohnya bila mau mengadakan mata kuliah dasar dan
belum ada dosennya jangan memaksa mengadakan dosen.

400.000 Hektare Kebun Karet di Sumsel Diserang Penyakit Gugur Daun Terparah Sepanjang Tahun

Kartu Perdana Smartfren Khusus Bagi Generasi Milenial Hanya Rp 12.500 sudah 4G Kuota 5 GB

Bersepeda dan Senam Massal Sambut Hari Kemerdekaan RI ke-74, Ada Doorprize dan Artis Ibukota

"Tapi kerja sama dengan kampus yang sudah ada dosennya. Contohnya UT, tidak perlu mahasiswanya datang langsung ke Jakarta tapi cukup di Lubuklinggau saja sudah bisa, cukup di rumah, di kampus, mereka sudah bisa kuliah," paparnya.

Ia mengatakan jangan hanya mengelola lembaga seperti yang lalu. Pengelola harus menciptakan inovasi-inovasi dan itu penting. Sekarang batasan antara daerah dan kota itu sudah tidak ada lagi.

"Seperti Jakarta dengan Lubuklinggau apa masalahnya, paling internetnya maka internet harus dibangun itu tugas pak wali kota, ketika fiber optic sudah jalan semua bisa dilaksanakan," katanya.

Ia juga mencontohkan dalam bisnis yang sudah dikembangkan oleh Menristekdikti yakni, warung pintar, sekarang warung pintar sudah ada di Jakarta, Surabaya, Banyu Wangi, dan Bali baru mau bukak.

"Sumatra mungkin nanti Medan akan kita kembangkan. Jarak tidak ada hambatan, pedagang kaki lima tidak perlu lagi berjualan, melalui warung pintar sudah bisa asal ada internetnya," ujarnya.

Editor: Tarso
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved