Formula 1
Apa Jadinya Bila Lewis Hamilton Jadi Pembalap Ferrari di Ajang F1?
Namun jika dia memutuskan bergabung dengan Ferrari, itu bisa menjadi akhir kariernya," kata Jenson Button memungkasi.
SRIPOKU.COM - Apa jadinya jika seorang Lewis Hamilton bergabung dengan Ferrari untuk kejuaraan Formula 1 (F1)? Jenson Button punya jawabannya.
Ferrari memiliki sejarah panjang dengan ajang balap F1 sejak pertama kali digulirkan pada 1950.
Tim asal Italia itu tercatat sudah 16 kali menjadi juara dunia konstruktor F1 dan 15 kali mengantarkan pembalapnya menjadi juara dunia dalam kategori tersebut.
Dengan rentetan sejarah mentereng yang dimiliki Ferrari, tak heran jika Tim Kuda Jingkrak mampu memikat sejumlah pembalap untuk bergabung.
• Lewis Hamilton Dedikasikan Kemenangan untuk Mendiang Niki Lauda
• Lewis Hamilton Jajal Motor Superbike, Marc Marquez Malah Kasih Komentar Nyentil
• Pebalap Mercedes Lewis Hamilton, Merasa Momen yang Sempurna Diraihnya di Tahun ini
Lewis Hamilton (Mercedes) merupakan salah satu pembalap yang sempat diisukan bakal pindah untuk memperkuat tim yang bermarkas di Maranello, Italia, tersebut.
Meski Lewis Hamilton belum secara gamblang mengungkapkan ketertarikan bergabung dengan Ferrari, tetapi gagasan itu sudah mendapat tanggapan dari Jenson Button.
Button bahkan mengatakan Hamilton bakal kehilangan kesempatan menjadi juara dunia jika bergabung dengan tim dengan warna kebesaran merah itu.
Jenson Button sejatinya mengakui bahwa berada di dalam kokpit mobil Ferrari adalah mimpi dari setiap pembalap F1.
Namun dengan performa Ferrari yang selalu kalah saing dari tim rival dalam sedekade terakhir, menurut Button, bakal menghilangkan kesempatan pembalap untuk menjadi juara dunia.
"Saya yakin semua orang ingin membalap bersama Ferrari," ujar pria 39 tahun itu dikutip BolaSport.com dari Tuttomotoriweb.
"Namun rasanya tidak ada pembalap waras yang mau pergi dari tim juara untuk bergabung dengan Ferrari saat ini," tuturnya menambahkan.
Pernyataan pembalap juara dunia F1 2009 itu didasari dengan fakta kali terakhir Ferrari mampu menjadi juara dunia konstruktor pada 2008.
Sedangkan kali terakhir tim Kuda Jingkrak menjadikan pembalapnya sebagai juara dunia terjadi pada musim 2007 lewat Kimi Raikkonen.
Lebih lanjut, Jenson Button merasa bahwa Lewis Hamilton lebih baik bertahan dengan Mercedes jika ingin terus menjadi juara dunia.
"Hamilton bisa memenangkan gelar juara dunia kesepuluh andai dia tetap bertahan dengan Mercedes," tutur Button.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/lewis-hamilton1.jpg)