Berita Palembang

Citra Satelit Tangkap 28 Titik Panas Baru di Wilayah Sumsel, Ini Langkah yang Dilakukan Herman Deru

Citra Satelit Tangkap 28 Titik Panas Baru di Wilayah Sumatera Selatan, Ini Langkah yang Dilakukan Herman Deru

Citra Satelit Tangkap 28 Titik Panas Baru di Wilayah Sumsel, Ini Langkah yang Dilakukan Herman Deru
SRIPOKU.COM/RAHMAD ZILHAKIM
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tepatnya di Desa Palemraya Dusun 1 Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (25/6/2019). 

Citra Satelit Tangkap 28 Titik Panas Baru di Wilayah Sumatera Selatan, Ini Langkah yang Dilakukan Herman Deru

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Citra Satelit mendeteksi sebanyak 28 titik panas (hotspot) baru di wilayah Sumatera Selatan sepanjang Juni 2019 ini.

Kemunculan hotspot tersebut mengindikasikan adanya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel, Ansori mengatakan, dari jumlah tersebut, sebaran terbanyak berada di Kabupaten Muara Enim sebanyak 14 titik.

Namun jumlah titik hotspot itu bisa saja bertambah, mengingat BMKG memprediksi puncak kemarau di 2019 terjadi di Agustus hingga September.

"Prediksi ini sejalan dengan data tahun lalu. Peningkatan hotspot cukup signifikan terjadi selama periode Agustus 264 titik, 673 titik di September dan Oktober 663 titik," jelasnya, Kamis (27/6/2019).

Titik Api Muncul di Palindra; 5 Hektar Lahan Terbakar, Polisi Selidiki Kebakaran

Video: Pantauan Udara Kebakaran 10 Hektar Lahan di Dekat Jalan Tol Palindra Semakin Meluas

Petugas Kesulitan Padamkan Kobaran Api, Kebakaran Lahan di Dekat Jalan Tol Palindra Semakin Meluas

Kebakaran Lahan di Dekat Jalan Tol Palindra, Polda Sumsel Segera Lakukan Penyelidikan

Sementara untuk jumlah titik hotspot selama periode Januari hingga Juni 2019, kata Ansori paling banyak terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dengan 49 titik.

"Secara total titik hot spot dari Januari ke Juni mencapai 244 titik tersebar di 17 kabupaten dan kota. Titik panas yang muncul 80 persen berpotensi sebagai karhutla," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengatakan akan melakukan langkah untuk mengatasi Karthula, seperti mengaktifkan dan produktifkan kembali lahan yang selama ini tidak produktif.

"Ini salah satu langkah Sumsel dari sekian banyak dampak Karthula," tuturnya.

Deru pun tak menampik jika Karhutla memberikan dampak yang cukup besar bagi masyarakat Sumsel, mulai dari penerbangan hingga kesehatan masyarakat terganggu.

"Saya sudah keluarkan surat edaran status siaga Bencana Asap. Harusnya 25 Juni kemarin dilakukan apel siaga dengan BPBD namun ditunda Juli nanti. Tentu Pemrov tidak akan diam saja sudah kita siapkan alat pompa dan bor untuk mengatasi karhutla," tuturnya.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved