Berita OKU Selatan

Diguyur Hujan Lebat, SD dan SMP Satu Atap Mehanggin di Genangi Banjir Bandang Setinggi Satu Meter

Diguyur Hujan Lebat, SD dan SMP Satu Atap Mehanggin di Genangi Banjir Bandang Setinggi Satu Meter

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Terlihat siswa tengah berjibaku dengan air didalam rung kelas, Sabtu (22/6/2019). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Alan Nopriansyah

SRIPOKU.COM, MUARADUA -- Akibat diguyur hujan cukup lebat Sekolah Dasar (SD) dan SMP Satu Atap Desa Mehanggin Kecamatan Muaradua OKU Selatan, digenangi banjir bandang setinggi satu meter.

Genangan banjir yang terjadi dikarekanak letak lokasi Sekolah SD dan SMP Satu Atap yang yang mencapai kisaran satu hektare tersebut berada didataran rendah tersebut memang telah langganan terkena banjir bandang disaat musim penghujan.

Akibatnya proses belajar mengajar mengalami kendala terlebih lagi hari ini sekolah tersebut sedang menjalankan ujian kenaikan kelas.

"Kalau banjirnya semalam, sebetulnya ini telah langganan terjadi namun belum ada perhatian serius," ujar Ahmad warga setempat.

Diketahui penyebab Banjir yang melanda sekolah satu atap tersebut disebabkan oleh meluapnya air sungai di desa setempat yang berada tidak jauh dari lokasi sekolah.

"Apalagi saat ini tengah ujian kenaikan kelas pasti anak-anak sangat terganggu," tambah Dia.

Kendati telah menjadi langganan banjir belum ada langkah serius dari pihak terkait dalam mengatasi banjir badang yang telah kerap kali terjadi disaat musim penghujan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan, bersama Jajaran Polres OKU Selatan, Dewan Guru, Para Siswa dan di bantu warga sekitar berjibaku membersihkan lumpur sisa banjir yang menggenang di lantai sekolah tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten OKU Selatan, Donny Agusta mengatakan banjir berlangsung diperkirakan sejak pukul 22:00 WIB hingga 03:00 WIB. Ketinggian air diperkirakan mencapai satu meter.

"Kisaran banjir mencapai 1 meter akibat luapan air sungai yang tidak jauh dari gedung sekolah. Lokasi yang terkena banjir diperkirakan mencapai 1 hektar," kata Donny.

Lokasi gedung sekolah yang berada di dataran rendah menyebabkan banjir sering kali terjadi di sekolah tersebut.

Dalam musibah banjir tersebut tidak ada korban jiwa, hanya ada beberapa peralatan sekolah yang rusak akibat tergenang air.

Sementara Sripoku.com mencoba menghubungi Camat Muaradua Putra Bani, namun tidak mendapat respon.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved