Berita Daerah
Warga Serbu Operasi Pasar Gas 3 Kilogram
Naiknya harga gas di pengecer, membuat pemerintah melakukan operasi pasar di sejumlah kecamatan di OKU Selatan
Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Budi Darmawan
Laporan Wartawan Sripoku.com Alan Nopriansyah
SRIPOKU.COM, MUARADUA--Membeludaknya harga gas Elpiji 3 Kilogram, jelang hari Raya Idul Fitri, 1440 hijriah mengakibatkan warga masyarakat menyerbu operasi pasar (OP) yang dilakukan pemerintah di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Senin (3/6/2019).
Diketahui harga gas Elpiji 3 Kg mencapai Rp 29 hingga Rp 30 ribu pertabungnya, sehingga pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan melalui Kabag Ekonomi melakukan operasi pasar khusus untuk gas Elpiji 3 Kilogram.
"Kita lakukan OP, Karena harga ditingkat pengecer yang menaikan sepihak sehingga menjadi keluhan masyarakat,"ujar Permiadi Haikal, Senin (3/6/2019).
Menurut Permiadi, langkah Operasi Pasar (OP) dari pemerintah sebagai usaha untuk menstabilkan harga di kalangan pasar khususnya ditingkat pengecer.
"Kami berusaha dengan pihak agen untuk menstabilkan harga, dengan melakukan OP, kesejumlah Kecamatan,"tambah Permiadi.
Terakhir terpantau, Operasi Pasar (OP) dilakukan di Dua Kecamatan di Desa Gunung Raya Kecamatan Warkuks Ranau Selatan (WRS) dan Kelurahan Simpang Sender Kecamatan BPRRT.
"Kita turunkan satu truk penuh, dengan tarif OP Rp 19 Ribu hingga Rp 20 ribu,"pungkasnya.
Dikatakannya, sebelumnya Operasi Pasar telah dilakukan di Kecamatan Muaradua. Apabila harga masih tak kunjung normal Pemerintah akan kembali melakukan operasi pasar.
Terkait tingginya harga yang dinaikan sepihak di tingkat pengecer, pihak terkait meminta agen untuk mengingatkan pada pihak pengecer. Langkah pemerintah melakukan Operasi Pasar di nilai tepat, terlihat warga antusias masyarakat yang mendatangi lokasi OP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/operasi-pasar-gas-melon-di-okus.jpg)