Kupasan Rubrik Ramadan

Mencicipi Masakan Saat Puasa

Apakah batal puasa saya, jika mencicipi masakan. Saya khawatir, hidangan yang disajikan saat Hari Raya nanti, rasanya tidak karuan, apakah keasinan,

Mencicipi Masakan Saat Puasa
Dailymoslem
Ilustrasi - Mencicipi masakan. 

SRIPOKU.COM - SEBAGAI ibu rumah tangga, tentu ingin menyajikan makanan kepada keluarga yang terbaik, terlebih disaat momentum lebaran.

Nah, yang saya ingin tanyakan, apakah batal puasa saya, jika mencicipi masakan. Saya khawatir, hidangan yang disajikan saat Hari Raya nanti, rasanya tidak karuan, apakah keasinan, atau tak ada rasa sama sekali.

(Tatik, Prabumulih)

Boleh tidak Sikat Gigi, Merokok, Mencicipi Makanan hingga Berkumur Saat Puasa? Ini Penjelasannya!

Hem, Benarkah Mencicipi Masakan Saat Puasa Diperbolehkan? Simak Yuk!

Jawab
Dalil Al-Quran Albaqarah 183 menunjukkan, setiap umat islam diwajibkan atas dirinya berpuasa. Kita ketahui bersama puasa adalah bagian dari rukun Islam yang merupakan pondasi dari agama islam. Akan tetapi, dalam pelaksanaan, ada kalanya kita berhadapan dengan hal-hal yang membuat batal atau bisa jadi mendekati batal. Salah satunya adalah mencicipi makanan saat puasa.

Mencicipi makanan saat puasa ini bisa dilakukaan saat wanita atau para ibu memasak dan khawatir masakannya tidak pas atau tidak sesuai. Jika mencicipi makanan ini berdampak kepada amanah atau kepercayaan dari orang lain, tentu saja ini akan menjadi masalah yang lebih besar lagi.

Dalam hukum islam, tentu Allah tidak hendak mempersulit dan membuat manusia menjadi susah dalam hidupnya. Justru menginginkan manusia untuk sukses dunia dan akhirat, termasuk dalam berpuasa dan kaitannya dengan melaksanakan aktivitas dalam keseharian.

Mencicipi makanan tentunya harus diperhatikan agar tidak menjadi masalah dalam puasa kita.Persoalan dalam hal ini, tentu saja akan ada perbedaan pendapat ulama. Hal ini dikarenakan puasa harus sesuai dengan syarat sah puasa dan rukun. Walaupun ada perbedaan pendapat, namun hal ini bisa kita pahami bersama dengan dalil yang ada

Dalil yang memperbolehkan mencicipi makanan karena puasa adalah sebagai pelatihan kita mengelola hawa nafsu, diri, dan ibadah kita maka ini menjadi dasar dalam menjawab persoalan mencicipi makanan. Selagi mencicipi makanan memang dibutuhkan untuk suatu yang maslahat dan bukan dalam rangka melampiaskan hawa nafsu, maka ini bukan sesuatu yang bertentangan.

Mencicipi tidak sama dengan memakan. Mencicipi rasa tidak sama dengan memakan makanan tersebut secara banyak dan utuh. Untuk itu perlu diperhatikan agar umat Islam tidak salah paham dan salah kaprah dalam berpuasa nantinya. “Tidak mengapa mencicipi cuka atau makanan lainnya selama tidak masuk ke kerongkongan.” (HR Bukhari).

Hadist bukhari ini mengatakan bahwa mencicipi makanan untuk mengetahui rasanya terlalu asin, manis, atau asam diperbolehkan asal tidak masuk ke kerongkongan alias hanya sekedar mampir di lidah. Hal ini tentu saja dibutuhkan oleh orang-orang yang bekerja sebagai koki, ibu rumah tangga yang memasak, orang-orang yang menerima pesanan masakan, dan lain sebagainya.

Hal ini akhirnya menunjukkan bahwa islam tidak memperberat ibadah. Hal tertentu boleh dilakukan. Hal ini sebagaimana berkumur atau bersiwak. Selagi air dan siwak tidak sampai ditelan dan dijadikan sebagai pemuas dahaga, tentu hal ini tidak dilarang. Justru membuat segar dan menjaga kebersihan.Termasuk ketika tidak disenagaja dan langsung dihentikan.

Sebagaimana dalil berikut, “Siapa saja yang lupa ketika puasa kemudian makan atau minum maka hendaknya dia sempurnakan puasanya, karena Allah telah memberinya makan atau minum.” (HR Bukhari dan Muslim). Untuk itu, mencicipi makanan saat puasa bagi beberapa ulama diperbolehkan.

Tapi beberapa ulama lain tetap melarang karena kehati-hatian dan kekhawatiran akan batalnya puasa. Untuk itu, adanya hadist dari bukhari ini bisa dipahami bahwa mencicipi tidak sama dengan memakan dan mencoba makanannya. Hanya sekedar menentukan manis, asin, pahit, atau asam suatu rasa secara sedikit atau sekilas.
Allahu 'alam.

====

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved