Ramadan 2019

Ini Tanda dan Perubahan Seseorang yang Berhasil Mendapatkan Kemuliaan Malam Lailatul Qadar

Bahkan Rasulullah SAW jelaskan dalam salah satu haditsnya, di antara sepuluh hari itu terdapat satu malam yang apabila kita beribadah maka pahalanya

Ini Tanda dan Perubahan Seseorang yang Berhasil Mendapatkan Kemuliaan Malam Lailatul Qadar
Youtube
Ini Tanda dan Perubahan Seseorang yang Berhasil Mendapatkan Kemuliaan Malam Lailatul Qadar 

SRIPOKU.COM - Selain diliputi keberkahan dan beragam keistimewaan, bulan Ramadhan menjadi salah satu bulan yang dinanti karena merupakan bulan di mana terdapat keistimewaan malam Lailatul Qadar.

Seperti diketahui, malam Lailatul Qadar merupakan impian bagi sebagian besar mukmin.

Bagaimana tidak, Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih baik dari pada seribu bulan dan hanya terjadi sekali dalam setahun.

Allah SWT sengaja merahasiakan kapan malam Lailatul Qadar akan terjadi, dan menghampiri setiap umatnya yang beruntung.

Lailatul Qadar
Lailatul Qadar (Youtube)

 

Selain Dilindungi dari Fitnah Dajjal, Ini Keutamaan Baca Surah Al Kahfi di Hari Jumat dan Terjemahan

Keutamaan Membaca Surah Al Kahfi di Hari Jumat, Surah Al Kahfi dalam Bahasa Arab dan Latin

Surah An-Nas Lengkap dalam Bahasa Arab, Latin, Arti dan Keutamaan Membaca Surah An Nas

Bahkan Rasulullah SAW jelaskan dalam salah satu haditsnya,  di antara sepuluh hari itu terdapat satu malam yang apabila kita beribadah maka pahalanya sama dengan kita beribadah selama seribu bulan.

Lalu bagaimana ciri atau orang yang mendapatkan Lailatul Qadar?

Menurut Ustad Abdul Somad LC MA, ciri orang yang mendapatkan Lailatul Qadar adalah adanya perubahan.

'Dulu pelit tapi setelah bulan puasa jadi baik suka memberi, dulu salatnya tak benar tapi saat 5 atau 10 menit setelah adzan sudah teduduk di masjid. Itulah ciri dapat Lailatul Qadar, hati dulu hati dulu ya dapat Lailatul Qadar' ungkap Ustad Somad dalam rekaman video yang dibagikan di Youtube.

Sementara itu, Nabi Muhammad SAW bersungguh-sungguh untuk menghidupkan sepuluh hari terakhir tersebut dengan amalan-amalan melebihi waktu lainnya.

Sebagaimana yang istri beliau Ummul Mu’minin Aisyah RA pernah katakan :

يَجْتَهِدُفِىالْعَشْرِالأَوَاخِرِمَالاَيَجْتَهِدُفِىغَيْرِهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim)

Aisyah RA juga berkata :

Halaman
1234
Penulis: Rizka Pratiwi Utami
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved