Berita Banyuasin

Lubang Menganga di Pangkal Jembatan Desa Sungai Waru Banyuasin Membahayakan Pengendara

Jalan berlubang di badan jembatan penghubung di Desa Sungai Waru Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin, sangat membahayakan pengguna jalan.

Lubang Menganga di Pangkal Jembatan Desa Sungai Waru Banyuasin Membahayakan Pengendara
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Jalan berlubang di badan jembatan penghubung di Desa Sungai Waru Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin, sangat membahayakan pengguna jalan. Lubang ini Terpaksa dibiarkan menganga karena harus diperbaiki dengan anggaran tidak cukup dengan tampal sulam. 

Laporan wartawan sripoku.com, Mat Bidok

SRIPOKU.COM, BANYUASIN -- Jalan berlubang di badan jembatan penghubung di Desa Sungai Waru Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin, sangat membahayakan pengguna jalan, dibiarkan saja, Selasa (21/5/2019). 

Lubang jalan di jembatan ini ditenggarai serng menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.

Pantauan di lapangan, kerusakan Jalan Alternatif Palembang- Jakabaring-Rambutan-Kayuagung sepanjang 87 kilometer tersebut, ada spot-spot jalan yang rusak seperti di wilayah Kecamatan Rambutan, diperparah di sepanjang Kecamatan Jejawi, SP Padang dan Desa Serigeni, Serigeni Baru, hingga ke Desa Arisan Buntal.

Kendati, ada perbaikan jalan yang baru dikerjakan oleh pihak pemerintahan dari UPTD Muba, perbaikan dengan cara tampal sulam di jalan yang rusak tadi, sekedar pilih-pilih yang rusak.

Lubang yang membahayakan tidak ditampal, dibiarkan saja dan hanya menampal rusak biasa saja, meskipun di awasi oleh UPTD Muba, Tarmisi yang mengenakan pakaian dinas.

Untuk itu, bagi pengguna jalan baik pengendara sepeda motor dan mobil diharap berhati-hati melintas di Jalan Raya Desa Sungai Waru Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin tersebut.

Belum Lagi Kick Off, Pemain Sriwijaya FC Satu Ini Diganjar Kas Hartadi Libur 5 Hari, Ini Sebabnya

2000 Anak Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa Terima Santunan dan Pemkab Muaraenim dan PTBA

Juru Parkir Ini Tidak Berkutik Saat Tim Ladas Mendatangi Rumahnya, Pasalnya Bukti Sabu Masih Ada

Lubang menganga di tengah jalan pangkal jembatan penghubung, akan membahayakan pengendara.

"Lubang di tengah jalan ini, sudah lama pak. Sudah banyak yang terbalik terjebak di lubang," kata Wili (30) ibu rumah tangga yang rumahnya tidak jauh dari jalan berlubang tersebut.

Lubang itu berukuran selebar lingkaran ban kendaraan sepeda motor, sedalam setengah meter.

Sementara itu, Kepala UPTD PU Muba, Tarmisi mengatakan, pihaknya melakukan tampal sulam hanya sipatnya sementara, karena belum tender proyeknya. Inipun ada pihak PPTK dari Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Iqbal yang turun mengawasi proses tampal sulam.

Ketika ditanya mengapa tidak dibenari jalan yang berbahaya bagi pengendara lebih awal diperbaiki, Tarmisi menilai itu harus dibenari secara permanen karena lubangnya terlalu dalam.

"Ya, tidak bisa ditampal sulam. Tetapi harus menggunakan anggaran, menggunakan konstruksi permanen," jelas Tarmisi seraya berucap menyambut H-5 Idul Fitri jalan sudah nyaman dilintasi.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved