Selama Arus Mudik dan Lebaran 2019, Sumsel Siaga Posko Kesehatan Lebaran

Pelayanan di posko-posko kesehatan diberikan oleh tim petugas kesehatan yang dalam setiap shift jaga terdiri dari minimal satu orang dokter, 2 orang p

Selama Arus Mudik dan Lebaran 2019, Sumsel Siaga Posko Kesehatan Lebaran
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Kadinkes Sumsel Dra Lesti nurainy Apt Mkes. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan sebagai perpanjangan tangan Menteri Kesehatan RI menunggu edaran terkait layanan kesehatan terkait arus mudik dan arus balik lebaran Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

"Kita masih menunggu itu. Kita juga sudah meminta kabupaten/kota nama-nam posko yang dibentuk terutama perlintasan gabungan Dishub, polisi. Selain posko, puskesmas rawat jalan perlintasan standby," ungkap Kadinkes Sumsel Dra Lesti nurainy Apt Mkes, Minggu (19/5/2019).

Dijelaskannya, kesiapan Dinkes Provinsi Sumsel dalam bulan ramadhan Tahun 2019 M/1440 H, sebagaimana halnya kegiatan rutin setiap tahun yang dilakukan Dinkes Sumsel, maka pada ramadhan kali ini ada beberapa kegiatan yang dilakukan.

"Diantaranya pemeriksaan takjil/makanan berbuka puasa yang dijual di pasaran, bersama dengan BPOM, dll," kata Lesti.

Kemudian posko kesehatan di kabupaten/kota yang beroperasional selama arus mudik dan balik lebaran.

Lalu mensiagakan PSC 119 di setiap kabupaten/kota dalam penanganan kegawatdaruratan. Ada pemeriksaan kesehatan pengemudi kendaraan umum di terminal Bus AKAP.

Pelayanan di posko-posko kesehatan diberikan oleh tim petugas kesehatan yang dalam setiap shift jaga terdiri dari minimal satu orang dokter, 2 orang perawat dan 1 orang pengemudi ambulan.

"Selain bertujuan mengatasi keluhan kesehatan para pemudik, pelayanan di posko kesehatan lapangan juga memberikan penanganan kasus kegawatdaruratan, termasuk juga memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat pemudik," ujarnya.

Posko kesehatan beroperasional beberapa hari menjelang lebaran dan sesudah lebaran (arus mudik dan balik).

Selain itu puskesmas di jalur mudik disiagakan 24 jam yang berfungsi juga sebagai tempat rujukan posko-posko kesehatan lapangan tersebut.

Demikian pula halnya dengan rumah sakit yang dalam hal kegiatan rutinnya sudah beroperasional 24 jam 7 hari dalam seminggu dalam pelayanan masa arus mudik dan balik juga berperan sebagai tempat rujukan posko kesehatan dan puskesmas terdekat.

Pemeriksaan kesehatan pengemudi kendaraan umum (Bus AKAP) meliputi pemeriksaan tekanan darah tinggi, gula darah, kolesterol dan alkohol.

"Hal ini bertujuan memastikan kesehatan penumpang dan pengemudi itu sendiri dikarenakan perjalanan yang cukup jauh dan memakan waktu yang lama. Sampai sekarang Dinkes Provinsi masih menunggu data posko-posko kesehatan dari kabupaten/kota yang belum melakukan rapat koordinasi dengan lintas sektor terkait (kepolisian, perhubungan, jasa raharja, dll), sambil menunggu instruksi pelaksanaan operasional posko dari Kemenkes. Sebagai gambaran di tahun 2018, posko kesehatan dari kabupaten/kota Provinsi Sumsel berjumlah 111 posko, yang meliputi 86 puskesmas dan posko lapangan serta 25 rumah sakit," pungkasnya. (Abdul Hafiz)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved