Target 2022 Bisa Replanting, Kadisbun Muba Tak Persulit Regulasi Petani

Iskandar mengaku tidak akan mempersulit regulasi bagi petani. Menurutnya, syarat bagi petani hanya KTP, KK, legalitas lahan dan titik koordinat.

Target 2022 Bisa Replanting, Kadisbun Muba Tak Persulit Regulasi Petani
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Kadisbun Muba Iskandar Syahrianto (tengah), Dewan Pakar HKTI Sumsel Dr Andreas Leonardo, dan Dewan Pakar Rumah Citra Indonesia Fatkurohman SSos pada Diskusi Publik tentang Replanting di Lord Cafe Palembang, Minggu (28/4/2019).

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Kadisbun Muba Iskandar Syahrianto mengaku di Musi Banyuasin saja 80 persen kebun sawit tak produktif sehingga memang kebutuhan akan replanting ini sangat mendesak.

"Saat ini 4.400 hektar sudah selesai, ditambah 900 sudah clear, yang mau ditanam juga tambah. Target tahun ini bisa mencapai 12.000-an hektar. Karena saat ini bisa mencapai 8154 ditambah nanti akan ada 5.000 hektar. Sedangkan target 2022 Muba bisa Replanting lahan sawit," ungkap Iskandar Syahrianto pada Diskusi Publik tentang Replanting yang digelar di Lord Cafe Palembang, Minggu (28/4/2019).

Iskandar mengaku tidak akan mempersulit regulasi bagi petani. Menurutnya, syarat bagi petani hanya KTP, KK, legalitas lahan dan titik koordinat.

Pemerintah Indonesia terus mendorong pertumbuhan ekonomi dari berbagai sektor sehingga pada gilirannya masyarakat Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat dibidang pangan.

Di sektor pertanian, Kementerian Pertanian Indonesia telah melakukan terobosan berupa Program Replanting (peremajaan/penanaman kembali kelapa sawit) bagi masyarakat dengan bantuan uang Rp25 juta bagi petani.

Tak terkecuali bagi Sumatera Selatan, sebagai salah satu lumbung sawit di Indonesia terus mengajak petani karet untuk memanfaatkan peluang ini sebagai peningkatan produksi sawit dimasa mendatang. Termasuk di Musi Banyuasin sebagai produksi sawit terbesar di Sumsel. Bahkan target 2022 program Replanting bisa mencapai 42.000 hektar (Ha)

Cerita Sukses Anton Sudirman, Berawal Buruh Tani Kini Miliki Puluhan Sapi di Muba

Muncul Lubang Besar Di Sukabumi, Berdiameter 16 Meter dan Kedalaman 12 M. Bikin Warga ketakutan

"Pemberdayaan petani sawit berupa program replanting sangat membantu ke petani. Tinggal bagaimana agar berjalan dengan baik harus ada komunikasi yang baik antara Pemerintah Daerah dengan KUD dan juga kelompok tani," kata Dewan Pakar HKTI Sumsel Dr Andreas Leonardo.

Pemerintah Gelar Sidang Isbat 5 Mei 2019, Muhammadiyah Sudah Tentukan Awal Ramadan di Tanggal Ini

Punya Mantu Kaya Seperti Muzdalifah, Ternyata Ini Profesi Orangtua Fadel Islami, tak Kalah Tajir?

Turut hadir, diskusi yang digagas BungFK (Fatkhurrrahman SSos). Menurut Andreas, penting harus dikaji oleh semua pihak terkait terutama Pemerintah terutama sasaran benar-benar sertifijat tanah milik rakyat. "Birokrasi yang tak panjang, penyediaan pasar atau market, dan tak kalah penting adalah SDMnya," pungkasnya. (Abdul Hafiz)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved