10 Kutipan Surat R.A Kartini yang Membangkitkan Martabat Wanita Indonesia, Selamat Hari Kartini!

10 Kutipan Surat R.A Kartini yang Membangkitkan Martabat Wanita Indonesia, Selamat Hari Kartini!

10 Kutipan Surat R.A Kartini yang Membangkitkan Martabat Wanita Indonesia, Selamat Hari Kartini!
sripoku.com/anton
10 Kutipan Surat R.A Kartini yang Membangkitkan Martabat Wanita Indonesia, Selamat Hari Kartini! 

SRIPOKU.COM - Selamat hari Kartini! 21 April merupakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Kartini atau Raden Adjeng Kartini atau disingkat dengan R.A. Kartini merupakan seorang tokoh asli Indonesia yang berhasil membangkitkan martabat kaum wanita Indonesia.

R.A Kartini lahir pada 21 April 1879. Semasa hidupnya, R.A Kartini memperjuangkan kebebasan wanita yang terhambat oleh kebudayaan di Jawa.

R.A Kartini berpendapat bahwa kebudayaan yang ada di Jawa pada saat itu menghambat kemajuan kaum wanita.

R.A Kartini ingin wanita mempunyai kesempatan yang sama dalam segala hal dengan kaum laki-laki termasuk Sekolah dan belajar.

Surat RA Kartini.
Surat RA Kartini. (Google)

21 April Diperingati Sebagai Hari Kartini, Berikut Deretan Fakta RA Kartini yang Jarang Diketahui

Para Peserta Apel Kartini Millenials Sripo Tribun 2019 Padati Griya Agung Palembang Langsung Berfoto

Kaum Perempuan Bergantian Swafoto di Booth Kartini Millenials Award 2019 di Griya Agung Palembang

Melalui surat-suratnya, R.A Kartini mengirim inspirasinya ke teman-temannya di Belanda.

R.A Kartini menuliskan pemikirannya dalam surat-surat yang kemudian dikirimkan ke De Hollandsche Lelie. Dari surat-surat R.A. Kartini tersebut terdapat makna-makna tersirat.

Adapun isi dari judul Buku "Habis Gelap Terbitlah Terang " yaitu kutipan surat kartini yang ditujukan kepada sahabat penanya untuk menceritakan keluh kesanya.

Berikut merupakan beberapa surat R.A Kartini yang menarik untuk dibaca dan mengesipirasi untuk kita semua.

1. Surat Kartini kepada Stella, 18 Agustus 1899

“Bagi saya hanya ada dua macam keningratan, keningratan fikiran (fikroh) dan keningratan budi (akhlak). Tidak ada manusia yang lebih gila dan bodoh menurut persepsi saya dari pada melihat orang membanggakan asal keturunannya. 

Halaman
123
Penulis: Feny Maulia Agustin
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved