Pemilu 2019

Memahami Menang-Kalah dalam Pilpres

Yang jagonya menang langsung eforia, bersuka cita, tertawa, bersorak. Adapun yang kalah kaget bukan kepalang layaknya mendengar petir di siang bolong.

Memahami Menang-Kalah dalam Pilpres
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Jokowi dan Prabowo 

Memahami Menang-Kalah dalam Pilpres

Oleh Anwar Hudijono

Anwar Hudijono, wartawan senior tinggal di Sidoarjo.
Anwar Hudijono, wartawan senior tinggal di Sidoarjo. (Dok. Pribadi)

Begitu hasil quick count diumumkan di televisi, Rabu (17/4/2019) sekitar pukul 15.10, ada dua reaksi publik yang kontras.

Yang jagonya menang langsung eforia, bersuka cita, tertawa, bersorak.

Saking eforianya mereka bersikap layaknya keburu jongkok padahal pintu toilet belum dibuka.

Secara psikologis, orang yang dilanda mabuk eforia akan mengidentifikasi betapa dirinya sangat hebat layaknya kecoa yang merasa dirinya macan.

Sangat penting dan berarti layaknya serpih kayu tetapi merasa menjadi blandar. Merasa dirinya superhero.

Sering kali berlakulajak seperti sedang kalap. Bertingkah justru untuk menyakiti, mengejek mereka yang kalah.

Sudah tidak ada lagi tenggang rasa bagaimana jika dirinya di pihak yang kalah.

Padahal bintang pun tidak akan mengejek lawannya yang kalah.

Halaman
1234
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved