Inilah Penemuan Ular Terbesar & Terpanjang di Dunia, Ada 2 di Kalimantan No Terakhir Baru Ditemukan

4 Penemuan Ular Terbesar dan Terpanjang di Dunia, Ada di Pulau Borneo Indonesia. Ular Terakhir baru ditemukan, panjangnya capai 40 meter guys!

Inilah Penemuan Ular Terbesar & Terpanjang di Dunia, Ada 2 di Kalimantan No Terakhir Baru Ditemukan
Trending News Portal
Ilustrasi 4 Penemuan Ular Terbesar dan Terpanjang di Dunia, Ada 2 di Kalimantan Panjangnya Capai 40 Meter 

2. Anaconda

Anaconda
Anaconda (https://www.enca.com/life/real-life-giant-anaconda-celebrates-32-years)

Rekor ular terpanjang saat ini memang anaconda (eunectes) dari Amazone.

Anaconda merupakan keluarga boa. Panjang anaconda yang baru ditemukan adalah 50 kaki, namun para ilmuwan percaya ada anaconda yang panjangnya 80 kaki, bahkan 100 kaki dari temuan kulit ular tersebut oleh sebuah ekspedisi ilmuwan Inggris tahun 1992.

Dalam keluarga anaconda, menurut situs lingkungan Mongabay, yang terbesar adalah anaconda hijau (Eunectes murinus).

Panjangnya mencapai 43 meter.

3. Python Asia

Python Asia
Python Asia (https://www.worldatlas.com/articles/burmese-python-facts-animals-of-asia.html)

Python Asia adalah ular terpanjang kedua.

Ilmuwan menyebutnya Asiatic Reticulated Python (Python reticulatus).

Python terpanjang yang ditemukan di kawasan Kalimantan panjangnya 33 kaki, dan merupakan rekor dunia sanca terpanjang saat ini.

Para ilmuwan percaya panjang python bisa mencapai 50 kaki atau sekitar 15 meter.

Bedanya, anaconda lebih langsing dan ahli berenang.

Sementara python lebih gemuk dan hanya suka kelembapan, bukan di air.

Anaconda menggigit mangsanya sampai mati sebelum menelan, sementara python menggunakan kekuatannya dengan membalut mangsa sampai tulang-belulangnya hancur atau tak bergerak lagi, kemudian ditelan bulat-bulat.

Awal Februari, para ilmuwan menemukan fosil ular seberat sebuah mobil kecil.

Ular itu diperkirakan bisa melumat binatang seukuran sapi. Monster sepanjang 45 kaki bernama Titanoboa sangat besar dan hidup dengan memakan buaya dan kura-kura raksasa. Beratnya mencapai 1,25 ton.

Ia biasa merayap di sekitar hutan-hutan tropis Amerika Selatan 60 tahun silam.

Bedah Performa Bruno Matos - Cetak Gol Ke-10 di Persija, Lalu Gagal Penalti

Diduga Cinta Terpendam, Ternyata Begini Cara Pelaku Habisi Nyawa Pendeta Melinda Zidemi di Kebun

Selain Satpam, Warga Ungkap Perlakuan Luna Maya dan Reino Barack, Terungkap 2 Tahun Tinggal Serumah!

4. Ular naga di Kalimantan

Puluhan warga di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, ikut menangkap ular piton sepanjang delapan meter di dekat kandang ternak sapi milik warga, Selasa, (19/7/2016).
Puluhan warga di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, ikut menangkap ular piton sepanjang delapan meter di dekat kandang ternak sapi milik warga, Selasa, (19/7/2016). (TRIBUN TIMUR/RENI KAMARUDDIN)

Berbicara mengenai ular raksasa, Indonesia pada tahun 2010 silam pernah dikejutkan dengan kabar munculnya sepasang ular raksasa di bumi Kalimantan atau tepatnya di Sungai Mahakam.

Dikutip dari arsip kompas.com, masyarakat Kutai Barat (Kubar), khususnya warga Mahakam Ulu, pernah digemparkan dengan kemunculan sepasang ular raksasa sebesar drum atau berdiameter sekitar 60 sentimeter dengan panjang sekitar 40 meter.

Ular raksasa itu terlihat meliuk di permukaan air di Riam Haloq, Kampung Long Tuyoq, Kecamatan Long Pahangai.

Ular raksasa yang melintas di sungai itu diyakini masyarakat Suku Dayak sebagai naga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun, sebenarnya peristiwa kemunculan naga terjadi Jumat (29/1/2010).

Saat itu sebuah longboat berangkat dari Long Bagun menuju Long Pahangai.

Longboat tiba siang hari di Kampung Long Tuyuq, hulunya Riam Haloq.

Saat itulah motoris dan penumpang longboat melihat sepasang ular raksasa melintas di permukaan Sungai Mahakam dari arah berlawanan.

Begitu mengetahui sepasang naga lewat, motoris langsung menepikan longboat ke tepi sungai karena khawatir menjadi korban.

Di wilayah Kubar sendiri foto ular raksasa itu telah tersebar dan masyarakat menjadi heboh.

Menurut seorang warga Kampung Lutan, Kecamatan Long Hubung, sebenarnya ada dua naga yang terlihat.

Satu naga diyakini berjenis jantan karena di kepalanya ada dua tanduk dan naga betina karena tidak ada tanduknya.

Kedua binatang itu memiliki empat kaki, warna kulit hitam dengan panjang sekitar 40 meter dan diameter tubuh sekitar 60 sentimeter.

Ia menambahkan, sebelumnya di Long Tuyoq bahkan ada seorang warga dan anaknya yang sedang berburu babi melihat ular raksasa tersebut.

Saking kagetnya, sang anak sampai tidak bisa berbicara hingga kini.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, kemunculan naga bagi Suku Dayak adalah sebuah pertanda, yakni pemberitahuan akan turun hujan lebat yang diiringi banjir yang terjadi tiga hari setelah kemunculan ular raksasa.

Hal itu lebih meyakinkan karena sejak Senin (1/2/2010) hingga Rabu (3/2/2010), air Sungai Mahakam meluap dan mengakibatkan banjir yang melanda beberapa kecamatan di sepanjang Sungai Mahakam, di antaranya Long Bagun, Laham, Long Hubung, Long Iram, Tering, Melak, Muara Pahu, Penyinggahan, dan Mook Manaar Bulatn.

(Sripoku.com/Kompas.com/Wikipedia/Berbagai Sumber/Grid.ID)

Penulis: Rizka Pratiwi Utami
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved