Desain Rumah Terapung Semakin Diminati

Tinggal di kawasan perairan saat ini sedang menjadi salah satu alternatif terutama bagi mereka yang ingin merasakan kehidupan lebih sederhana dan dina

Editor: Bejoroy
https://properti.kompas.com/
Ilustrasi - Rumah Terapung. (STEVE KEATING) 

SRIPOKU.COM - Banyak orang yang memutuskan untuk berhemat dengan mengubah gaya hidup mereka.

Beberapa memilih pindah baik ke rumah yang lebih kecil bahkan ada yang memutuskan untuk tinggal di atas air.

Berita Lainnya:

Pembebasan Rumah di Sungai Sekanak

Arus Mudik dan Balik Idul Fitri Kawasan Perairan Sumsel Masih Aman

Tinggal di kawasan perairan saat ini sedang menjadi salah satu alternatif terutama bagi mereka yang ingin merasakan kehidupan lebih sederhana dan dinamis.

Selain itu, beberapa orang merasa keputusan untuk tinggal di perairan karena menginginkan ketenangan.

Mereka yang kemudian ingin memindahkan rumahnya lalu mencari opsi seperti perahu bermotor, kapal pesiar, atau membangun sendiri rumahnya.

Firma E. Cobb Architects juga mendesain hunian terapung lain yang dinamai Union Floating Home.
Firma E. Cobb Architects juga mendesain hunian terapung lain yang dinamai Union Floating Home. (STEVE KEATING)

Umumnya rumah tersebut dibangun di atas sebuah struktur yang dapat mengapung. Selain itu, struktur rumah juga harus dilengkapi dengan penambat agar rumah tidak mudah hanyut saat terjadi badai atau banjir besar.

Salah satu desain rumah terapung yang menyita perhatian adalah rumah terapung yang dipamerkan di Miami Yacht Show. Rumah unik ini dapat bergerak hingga kecepatan 7 knot. 

Hunian terapung yang dibangun seluas 241 meter persegi tersebut digadang-gadang dapat beradaptasi dengan perubahan kondisi iklim bahkan saat badai.

Sebelumnya, konsep hunian terapung juga diterapkan dalam rancangan purwarupa Fold and Float, sebuah struktur menyerupai tenda evakuasi.

Rumah ini dirancang untuk bisa menampung hingga enam orang saat terjadi bencana khususnya banjir di Istanbul. 

Konsep hunian terapung lainnya juga pernah dicetuskan firma arsitektur yang berbasis di Amsterdam, Waterstudio.

Konsep ini diterapkan dalam rancangan rumah tahan badai di Bangladesh mengingat negara ini kerap dilanda bencana. 

Hunian tersebut terdiri dari beberapa ruang bersama, yakni dapur, fasilitas dengan toilet umum dan pancuran, dan satu fasilitas dengan generator cadangan untuk listrik.

Struktur rumah bernama City Apps tersebut juga dapat disesuaikan untuk beberapa jenis kegunaan, termasuk ruang kelas, sistem penyaringan air, klinik, atau rumah.

Di sudut kanan dan belakang sofa ruang tamu terdapat panel kaca yang memungkinkan sirkulasi saat cuaca panas maupun dingin.
Di sudut kanan dan belakang sofa ruang tamu terdapat panel kaca yang memungkinkan sirkulasi saat cuaca panas maupun dingin. (STEVE KEATING)
Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved