Bawaslu Targetkan 10 Hari Kelar Copoti APK Caleg dan Capres Melanggar

Pasca telah melakukan peringatan dengan menempelkan stiker, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Palembang bersama instansi terkait melakukan peninda

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Budi Darmawan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Tim penertiban mencopoti APK Caleg dan Capres Kota Palembang yang menggunakan reklame. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Pasca telah melakukan peringatan dengan menempelkan stiker, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Palembang bersama instansi terkait melakukan penindakan penertiban terhadap 91 Alat Peraga Kampanye (APK) yang melanggar ketentuan menggunakan billboard atau reklame beretribusi.

"Lokasi tersebar di Palembang dan merata penertiban nanti dilakukan secara bertahap, karena tidak mungkin melakukan penertiban 1 hari. Sesuai pendataan terdapat 91 titik bilboard dan reklame, kita beri peringatan dan himbauan menurunkan dan memberikan tanda striker dan merekom lendasikan ke Pemkot melalui Kesbangpol dan sat pol PP.

Target lebih kurang 10 hari karena peralatan dari PU PR hanya ada 3 unit," ungkap Ketua Bawaslu Kota Palembang M Taufik SE MSi di sela-sela Apel Siaga Penertiban APK di Stadion Kamboja, Senin (4/3/2019).

Pekan Ini, PT SOM Selaku Manajemen Klub Sriwijaya FC Akan Gelar RUPS

Dua Capeg Tidak Lulus Administrasi, 230 Capeg PNS Muaraenim Dilantik

Cetak 4 Gol, Payaraman United Taklukkan Kaber Junior FC di Laga Penyisihan Grup A U-20 SSL 2019


Menurut Taufik, petugas Bawaslu Kota Palembang dibantu Panwascam telah tiga hari ini mendata, menginventarisir jumlah dan titik lokasi. Setidaknya ada 91 APK para caleg dari seluruh tingkatan (DPD, DPR RI, DPRD Sumsel, DPRD Kota).

Menurut Taufik, penertiban dilakukan Bawaslu Kota Palembang ini berdasarkan Surat Edaran Bawaslu RI dan instruksi Bawaslu Provinsi Sumsel terkait dengan APK billboard dan reklame beretribusi yang dilarang.

"Kita lakukan penertiban terhadap APK retribusi yang melanggar sesuai tahapan. Intinya para Caleg tidak boleh memasang APK di reklame atau billboard," kata Taufik.

Dalam penindakannya, pertama kata Taufik, Bawaslu melakukan inventarisir APK yang dianggap melanggar. Selanjutnya pendataan terhadap APK yang melanggar.

Lihat Pedang Pelaku, Ricky Relakan Motornya Dibawa Kabur.

Wanita Ini Mengalami Kejang-kejang di Depan PS Mall Palembang, Begini Kronologisnya

Kemudian memberikan imbauan kepada caleg, selanjutnya pemasangan stiker 'APK ini Melanggar' dan lalu merekomendasikan penertiban kepada Pemerintah Kota atau Satpol PP untuk mencopotnya.

"Calon bisa melepaskan sendiri, tapi jika sudah diimbau tidak juga melepas maka kita akan rekomendasikan pada Satpol PP. Jika alat siap maka dilakukan penertiban," ujarnya. (Abdul Hafiz)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved