Imlek 2019

Imlek Identik dengan Jeruk. Punya Makna Tersendiri bagi Warga Tionghoa. Ini Penjelasannya

Imlek Identik dengan Jeruk. Punya Makna Tersendiri bagi Warga Tionghoa. Ini Penjelasannya

Imlek Identik dengan Jeruk. Punya Makna Tersendiri bagi Warga Tionghoa. Ini Penjelasannya
SRIPOKU.COM/YULIANI
Pimpinan jemaat Gereja Methodist Indonesia, jemaat Bethlehem Palembang, Pdt Sadikin Gunawan, SE, S. Th, M.A saat memberikan buah jeruk kepada salah satu jemaat di perayaan Imlek, Selasa (5/2/2019). 

Imlek Identik dengan Jeruk. Punya Makna Tersendiri bagi Warga Tionghoa. Ini Penjelasannya

Laporan wartawan Sripoku.com, Yuliani

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Buah jeruk selalu identik dengan perayaan Imlek dan punya makna tersendiri bagi warga Tionghoa.

Tak heran jika setiap rumah, tempat ibadah dan dimanapun jeruk menjadi buah favorit bagi tahun baru Cina ini.

Selain sering digunakan untuk buah dalam sesembahan sembahyang, para orangtua pun senantiasa membagikan buah manis ini kepada sanak saudara dan kerabat dekat.

Pimpinan jemaat Gereja Methodist Indonesia, jemaat Bethlehem Palembang, Pdt Sadikin Gunawan, SE, S. Th, M.A mengatakan, dalam bahasa Mandarin, Jeruk berbunyi “ju” yang mirip dengan bunyi kata keberuntungan, yakni “ji”.

Meski Hujan Kapolda Sumsel Sempatkan Diri Kunjungi Pengusaha Anton Serikat yang Rayakan Imlek

Ribuan Warga Tionghoa Padati Vihara Meitrya Duta Palembang, Silaturahmi Imlek dan Serahkan Bantuan

40 Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2019 / Lunar New Year, Gong Xi Fa Cai, Cocok Bagikan di Medsos

Imlek 2019 - Tahukah Anda Ternyata Ini Asal Usul Barongsai si Pengusir Roh Jahat

Tak heran bila jeruk seringkali digunakan untuk Imlek maupun upacara perkawinan.

"Bila dilihat dari sudut warna, jeruk melambangkan warna cerah yang dianggap untuk kehidupan yang akan cerah. Dan juga, jeruk terdiri dari bagian-bagian yang semua bagian tersebut akan menyatu membentuk satu kesatuan yang bundar," ujarnya saat usai memimpin ibadah merayakan tahun baru Imlek, Selasa (5/2/2019).

Ia menambahkan, jeruk juga sebagai lambang emas, yang juga dialek Cantonese , jeruk mandarin terdengar seperti emas, sehingga memberikan jeruk mandarin dianggap membawa keberuntungan bagi tuan rumah.

Sebagai timbal balik, tuan rumah juga memberikan jeruk kepada tamunya.

"Jadi setiap ibadah perayaan Imlek, gereja kami membagikan dua buah (sepasang) jeruk yang dikemas jadi satu dan di dalamnya kami sisipkan kalimat-kalimat berkat.

Mengapa sepasang? Sebab ada pepatah dalam Bahasa Mandarin berbunyi 好事成双 (hǎo shì chéng shuāng), yang berarti "Good things come in pairs" (hal baik itu salalu datang berpasangan). Kita berharap di tahun yang baru ini jemaat dapat terus mengalami berkat Tuhan," jelasnya.

Penulis: Yuliani
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved