Maksimalkan Pelayanan Kesehatan, Pemprov Sumsel Bakal Tambah RS Rujukan Regional

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus melakukan upaya perbaikan guna mengatasi munculnya permasalahan yang terkait dengan pelayanan kesehatan.

Maksimalkan Pelayanan Kesehatan, Pemprov Sumsel Bakal Tambah RS  Rujukan Regional
Dok. Pemprov Sumsel
Gubernur Sumsel Herman Deru saat sidang paripurna di gedung DPRD Provinsi Sumsel, Kamis (31/1/2019). 

PALEMBANG -- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus melakukan upaya perbaikan guna mengatasi munculnya permasalahan yang terkait dengan pelayanan kesehatan.

Salah satunya dengan tetap melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit dan BPJS selaku penanggung jawab pembiayaan pengobatan.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumsel, H. Herman Deru dalam pidato jawabannya atas pertanyaan Fraksi Gerindara dan Fraksi PAN dalam pembahasan tujuh Raperda yang diajukan pemerintah Provinsi Sumsel, saat sidang paripurna di gedung DPRD Provinsi Sumsel, Kamis (31/1/2019).

Terkait dengan masih belum primanya pelayanan, penolakan pasien serta standar pelayanan rumah sakit, menurut Herman Deru secara formal perbaikan standar pelayanan rumah sakit dilakukan melalui proses akreditasi yang disesuaikan dengan standar BPJS.

“Sejauh ini rumah sakit yang dapat bekerja sama dalam program JKN ini harus terakreditasi."

"Dari total 77 rumah sakit yang ada di Sumsel, baru 46 rumah sakit yang terakreditasi."

"Sedangkan 31 rumah sakit lainnya masih dalam proses akreditasi,” jelas Herman Deru.

Pemprov Sumsel berupaya meningkatkan ketersediaan pangan dengan memprioritaskan hasil produksi sendiri.
Pemprov Sumsel berupaya meningkatkan ketersediaan pangan dengan memprioritaskan hasil produksi sendiri. (Dok. Pemprov Sumsel)

Sedangkan terkait, belum maksimalnya pelayanan dan antri tunggu lama, Herman Deru menegaskan jika kondisi ini disebabkan masih kurangnya sarana dan prasarana fasilitas kesehatan dan SDM.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumsel berupaya melakukan pemenuhan hal tersebut serta meningkatkan jumlah rumah sakit rujukan regional.

“Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan dan mengatasi banyaknya pasien yang antri,” imbuhnya.

Sedangkan terkait dengan pertanyaan Fraksi PKB mengenai upaya menekan tingginya angka kematian bayi dan balita, kasus gizi buruk, penyakit menular dan kondisi sanitasi.

Gubernur menyebutkan, Program JKN merupakan salah satu upaya menekan angka kematian bayi serta mengatasi permasalahan kesehatan.

“Dengan program ini akan lebih memudahkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan,” pungkasnya.

===

Gubernur Sumsel Herman Deru: Stok Pangan Sumsel Diprioritaskan dari Hasil Produksi Lokal

Diminta Sumsel Bayari Subsidi LRT Palembang, Gubernur Sumsel Herman Deru : Dak Mau Saya

Gubernur Sumsel Herman Deru Antar Dua Cucu Ambil Kartu Identitas Anak di Kantor Dukcapil Palembang

Tekan Jumlah Tenaga Kerja Asing di Sumsel, Herman Deru Komitmen Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Video Gubernur Sumsel Herman Deru Serahkan Kartu Identintas Anak (KIA) di Kantor Disdukcapil

===

Editor: Ahmad Sadam Husen
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved