Indonesia Masters 2019
Indonesia Masters 2019 - Tiga Jagoan Tak Dapat Tuah Istora Senayan
Perasaan emosional karena Liliyana Natsir akan pensiun pun turut menambah semangat suporter.
Menghadapi rekan senegara Axelsen, Anders Antonsen, pada laga final, Momota memang lebih banyak dapat dukungan penonton.
Selain Antonsen tergolong atlet baru, Momota adalah pemain tunggal putra nomor satu dunia.
Wajar jika dia lebih dijagokan dan sorakan untuknya lebih riuh.
Hanya saja, hasil di lapangan-lah yang menentukan. Momota kalah oleh Antonsen, 21-16, 14-21, 21-16.
Situasi Carolina Marin pun serupa.
Usai mengalahkan Chen Yufei (China) pada babak semifinal, Marin menyampaikan apresiasinya kepada publik Istora.
"Saya sangat menghargai dukungan penonton yang bertahan untuk menonton saya.
Besok semoga mereka tetap memberi dukungan bagi saya karena saya sudah menunggu bisa bermain di babak final,” ucap peraih medali emas Olimpiade 2016 itu.
Melawan Saina Nehwal (India) pada babak final, ucapan Marin sepertinya akan terwujud.
Dia unggul 10-4 pada gim pertama.
Namun, Marin mengalami cedera ada lutut kanannya.
Cedera tersebut didapat Marin saat melompat untuk mengembalikan bola dari Nehwal.
Dia mendarat dengan kaki kanannya terlebih dahulu, tetapi pendaratannya kurang sempurna dan membuatnya tersungkur.
Meski sempat melanjutkan laga usai mendapat perawatan, Marin tidak sanggup melanjutkan permainan.
Dia meninggalkan Istora Senayan dengan berlinangan air mata dan gagal mendapat tuah dari arena ini.
===