Berita Palembang

Subisidi Tarif Tol Dihapuskan, Masyarakat Keluhkan Tarif Tol Palindra Capai Rp 20 Ribu

Para pengendara yang melintas menggunakan jalur tol Palembang-Indralaya (Palindra) sejak satu bulan terakhir mengeluhkan tingginya

Subisidi Tarif Tol Dihapuskan, Masyarakat Keluhkan Tarif Tol Palindra Capai Rp 20 Ribu
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Situasi terkini arus lalu lintas Tol Palindra di gerbang Palembang, Minggu (6/1/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Para pengendara yang melintas menggunakan jalur tol Palembang-Indralaya (Palindra) sejak satu bulan terakhir mengeluhkan tingginya tarif masuk Tol Palindra, Minggu (6/1).

Warga mengeluhkan harga tarif masuk tol dari gerbang Palembang hingga gerbang Indralaya sejauh 22 KM dikenakan tarif masuk Rp 20 ribu, padahal sebelumnya dengan rute yang sama para pengendara cukup membayar Rp 6 ribu melintas sampai Indralaya.

"Waktu mudik lewat tol Palindra kemarin tarifnya Rp 6 ribu, sekarang naiknya jauh sekali sampai Rp 20 ribu," ujar Imam salah seorang pengguna Tol Palindra.

Reaksi Kapolda Sumsel Saat Bertemu Dengan Penambraknya. Kapolda: Korbannya Dilihat Dulu, Jangan Lari

Produk Terbaru Wakai, Hasil Kolaborasi Dengan Seniman Jeremyville Hadir di Palembang Icon. Terbatas

Sriwijaya FC Tak Akan Menghalangi Para Pemain yang Ingin Hengkang Musim 2019

Senada, Abdul pengendara lainnya mengaku lebih memilih melintas lewat jalan nasional karena tarif tol yang dinilai selangit. "Kalau tidak macet ya lewat jalan nasional, tapi kalau sedang macet terpaksa bayar saja lewat tol," ujarnya.

Terkait kenaikan tarif tersebut, Manajer Proyek Tol Palindra Hasan Turcahyo mengatakan tarif Tol Palindra tidak mengalami kenaikan hanya saja dilakukan penyesuaian tarif sesuai Keputusan Menteri PUPR RI Nomor: 712/KPTS/M/2018, ada tiga penerapan tarif dengan 5 golongan.

Dengan tarif yang sudah disesuaikan sejak 21 September lalu, tarif tol Palindra menjadi Rp 900 Rupiah per kilonya.

Bahrialsyah dan Agus Siap Bersaing di Pemilihan Ketua KPU Banyuasin

Perkosa dan Bunuh 11 Wanita Berbaju Merah, Pemerkosa Terkejam di China Dieksekusi Mati Tahun Ini

Potret Keluarga Suryadi, Bertahan Hidup di Gerobak Kayu Menyusuri Palembang Bersama 6 Buah Hatinya

Dengan panjang Palindra 22 KM, pengendara dikenakan tarif Rp 20.000 sampai gerbang Indralaya.

"Masyarakat masih banyak salah paham, tarif Palindra ini disesuaikan dengan keputusan mentri. Jadi bukannya naik dari harga sebelumnya," jelasnya.

Adapun tarif anyar Tol Palindra yakni Palembang-Pemulutan : (gol 1) // (gol 2) Rp 10.500// (gol 3) Rp 10.500// (gol 4) Rp 14.000// (gol 5) Rp 14.000// sedangkan untuk Palembang-Simpang Indralaya : (gol 1) Rp 20.000// (gol 2) Rp 30.000// (gol 3) Rp 30.000// (gol 4) Rp 40.000// dan (gol 5) Rp 40.000//

Sementara untuk tarif dari Pemulutan-Palembang : (gol 1) Rp 7000// (gol 2) Rp 10.500/ (gol 3) Rp 10.500// (gol 4) Rp 14.000 dan (gol) 5 Rp 14.000. Untuk tarif dari Pemulutan-Simpang Indralaya : (gol 1) Rp 13.000// (gol 3) Rp 19.500// (gol 3) Rp 19.500// (gol 4) Rp 26.000 dan (gol 5) Rp 26.000.

Diejek Cuma Modal Tampang Sampai Jadi Pujaan Wanita, Lihat Kabar Boyband ini Setelah Bubar

Cerita Pangeran Inggris yang Dibuat Malu Prajurit TNI karena Tantang Perang Indonesia di Selat Sunda

Jalan Provinsi Penghubung 2 Kabupaten di Sumsel Ini Putus, Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan

Ia menjelaskan, perubahan tarif sejak 21 September lalu merupakan kewenangan dari Kementerian PU selaku pengatur jalan tol di Indonesia termasuk Palindra. Tarif tol sendiri dibentuk karena berdasarkan investasi, sehingga jalan tol dibebankan kepada para pengendara.

"Tarif sebelumnya itu kan karena memang belum semua seksi beroperasi dan presiden minta digratiskan dari pertangahan Juli sampai September. Jadi sekarang tarifnya sudah disesuaikan sesuai keputusan Mentri PU PR," jelasnya.

Ia menambahkan, untuk tarif masuk dari gerbang Palembang sampai gerbang KTM sejauh 15 km belum sejauh ini belum disesuaikan tarifnya. Setelah resmi dibuka sampai gerbang KTM, maka tarif bakal kembali disesuaikan Peraturan Mentri

"Untuk KTM tarifnya belum ada, mungkin tidak jauh berbeda. Tinggal dihitung saja sekilo Rp 900 dikalikan 15 kilo," katanya.

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved