Berita Haji 2018
Di Sumsel Daftar Tunggu Haji 13 Tahun
Kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumsel menggelar kegiatan Jagong Masalah Umroh dan Haji (JAMARAH).
Penulis: Husin | Editor: muhammad husin
LAPORAN WARTAWAN SRIPOKU.COM, MUHAMMAD HUSIN
SRIPOKU.COM, PALEMBANG --Kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumsel menggelar kegiatan Jagong Masalah Umroh dan Haji (JAMARAH).
Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan integritas layanan kepada Jemaah Umroh dan Haji. Jagong adalah Masalah Umroh dan Haji adalah kegiatan ngobrol santai yang membahas mengenai penyelenggaraan Umroh dan Haji. Saat ini daftar tunggu (waiting list) sudah cukup panjang, yakni 13 tahun.
Narasumber kegiatan antara Drs H Iqbal Romzi, anggota Komisi VIII DPR-RI, Direktur Bina Umroh dan Haji Khusus Kementerian Agama RI, HM Arfi Hatim MAg dan Kakanwil HM Al Fajri Zabid MM, MPdI.
Kakanwil Kemenag Sumsel HM. Alfajri Zabidi MM, MPdI membuka kegitaan Jamarah di Hotel Horison Ultima Palembang (19/12) yang diikuti 225 peserta dari berbagai unsur Dosen, Mahasiswa, KBIH, Masyarakat, Ponpes dan Kakankemenag Kab/Kota.
Pada kesempatan itu, Alfajri Zabidi menyampaikan, dalam penyelenggaran ibadah haji, Sumsel banyak meraih prestasi, bahkan dinobatkan sebagai Embarkasi terbaik Nasional.
Maka, tidak aneh jika banyak daerah lain berkunjung ke Palembang hanya untuk belajar dan studi banding. Bahkan, melihat dari dekat kondisi Asrama haji dan fasilitas manasik yang terlengkap dan terbaik di Indonesia.
Terkait pelaksanaan haji dan umrah, Kakanwil menilai sangat sensitif sehigga harus benar-benar dilakukan dengan baik dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji.
Baik saat pra keberangkatan, saat keberangkatan (Arab Saudi) maupun pasca haji (kepulangan). Untuk itu, setiap musim kebarangkatan haji selalu dibentuk panitia khusus yang melibatkan semua unsur sehingga layanan yang diberikan terintegrasi mulai dari hulu dan hilir.
Ditambah lagi, kondisi waitinglist umroh yang mencapai 12 ribu, juga waiting list hasji hingga tidak kurang dari 13 tahun sehingga masalah haji dan umroh selalu menjadi sorotan publik, terkait layanan dan lain sebagainya.
Dikatakan Alfajri, kegiatan Jamarah merupakan program drektif Kemenag. Jamarah Inovasi layanan yang dilakukan Kemenag dalam upaya menyerap aspirasi, masukan terkait penyelenggaraan Haji dan Umroh agar menjadi lebih baik.
"Pembinaan, pelayanan dan perlindungan terhadap Jemaah haji Indonesia. Sudah maksimum rasanya, namun permasalahn layanan adalah hal yang dinamis, sehingga kadang adanya celah baik responsibility, tranparansi, dan lainnya. Hal ini tentunya tidak semudah membalikkan tangan, ini adalah hal yang dinasmis, maka perlu inovasi, tronbosan, masukan," katanya.
Sementara Ketua Panitia Jamarah Kabid Haji Kanwil Kemenag Sumsel H Darami melaporkan kegiatan yang diikuti 225 peserta tersebut.
Tujuan kegiatan Jamarah, salah satunya terpublikasikannya kebiajakan haji dan umroh, penyelesaian permasalahan , skema haji dan umroh dedaerah, serta menerima masukan haji dan umroh dari masyarakat. Kegiatan Jmarah sendiri berbentuk ngobrol santai dan diskusi terkait penyelenggaraan Umroh dan Haji. (m.husin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/diskusi-haji.jpg)