Terlalu Andalkan Teknologi, Prajurit Amerika Kaget Lihat Ilmu Hantu Kopassus Bisa Begini dalam Gelap

Kumpulan kisah prajurit Kopassus, meski tak didukung peralatan canggih namun tetap unggul dan menakutkan bagi Amerika.

Terlalu Andalkan Teknologi, Prajurit Amerika Kaget Lihat Ilmu Hantu Kopassus Bisa Begini dalam Gelap
Aksi prajurit Kopassus TNI minum darah ular 

Pasukan khusus yang memiliki kemampuan komplit tanpa terlalu tergantung dengan teknologi. 

Pasukan khusus dari Jerman (GSG-9), Inggris (SAS), pasukan khusus antiteror Angkatan Laut Prancis, dan pasukan khusus Korea Selatan.

Kisah 30 Prajurit Kopassus Bak Siluman Terpaksa Pakai Cara Mistis Usir 3000 Pemberontak Kongo

Ogan Komering Ulu (OKU) Tiba-tiba Jadi Medan Tempur, 2.703 Prajurit TNI AD Rebut Baturaja dari Musuh

Satuan-satuan di atas banyak mempengaruhi pembentukan pasukan khusus di lingkungan TNI.

Teknik pelatihan pasukan khusus dari sejumlah negara itu kemudian direkomendasikan oleh Asisten Intelijen Hankam/Kepala Pusat Intelijen Strategi Letjen TNI LB Moerdani.

Benny minta segera diterapkan dalam pembentukan pasukan khusus TNI di kesatuan Kopassus.

Prajurit baret merah Kopassus
Prajurit baret merah Kopassus (IST)

Pasalnya semua teknik yang diramu dari berbagai ‘aliran’ pasukan khusus itu, diyakini mampu membentuk tiap personel pasukan khusus TNI menjadi pasukan tempur yang sangat profesional.

Profesional yang dimaksud oleh Letjen Benny adalah tiap personel pasukan khusus yang sudah terlatih.

Baik bisa melaksanakan misinya hingga tuntas meski hanya bermodal peralatan dan persenjataan yang sangat terbatas.

Dengan kata lain kehebatan pasukan khusus tidak ditentukan oleh teknologi yang digunakan dalam pertempuran.

Melainkan, oleh kemampuan personel dalam penguasaan ilmu beladiri, penggunaan senjata tajam.

Latihan Beladiri Gabungan, Jangan Coba Ganggu Kedamaian di Sini, Kalian yang Mati atau Kami

Mengenang Cerita Kelam 1958, Ketika Prajurit Kopassus Terpaksa Bantai Teman Sendiri yang Khianat

Halaman
1234
Penulis: Candra Okta Della
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved