Anak Juga Rentan Terkena Anemia, Cegah Dengan Cara Sederhana ini
Agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan tersebut sebaiknya Anda mencegahnya dengan cara yang sederhana.
SRIPOKU.COM-- Anemia adalah suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah dalam tubuh menurun di bawah normal untuk usia anak.
Sel darah merah diisi dengan hemoglobin, protein berpigmen khusus yang memungkinkan untuk membawa dan mengirimkan oksigen ke sel-sel lain di dalam tubuh.
Sel-sel di otot dan organ anak membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup.
Penurunan jumlah sel darah merah ini berakibat fatal sehingga dapat memengaruhi kecerdasan, kesehatan, hingga keselamatan jiwanya.
Tanda anemia yang umum terlihat mungkin seperti kelemahan, lelah, letih, lesu dan lunglai.
Agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan tersebut sebaiknya Anda mencegahnya dengan cara yang sederhana.
Beberapa hal yang harus dilakukan antara lain:
- Jangan berikan susu sapi sampai Si Kecil berusia lebih dari 12 bulan.
Memberikan susu sapi sebelum anak siap dapat menyebabkan kehilangan darah di tinja dan juga menurunkan jumlah zat besi yang diserap usus.
- Jika sedang menyusui.
Bayi akan memiliki persediaan zat besi yang cukup sampai setidaknya 4 bulan.
Setelah itu, jika anak terus disusui dan mulai mengonsumsi makanan padat, beri dia makanan dengan tambahan zat besi.
Bicaralah dengan dokter anak Ms tentang makanan yang paling cocok.
- Jika memberi susu formula kepada bayi, berikanlah dengan zat besi tambahan.
Formula rendah zat besi dapat menyebabkan anemia defisiensi besi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/anak-anemia2.jpg)