Berita Banyuasin

Warga Protes Bantuan Rumah Tidak Tepat Sasaran

Diketahui, dalam relokasi rumah yang dilakukan pihak Pemkab Banyuasin beberapa hari ini, diduga tercatat ada sembilan warga

SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Rumah bantuan dari Kementrian PUPR yang berlokasi di Bintang Campak Kelurahan Setrio Kecamatan Banyuasin III. Kamis (15/11/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Alan Nopriansyah

SRIPOKU.COM, BANYUASIN -- Penerima bantuan dari Kementerian PUPR yang berlokasi di Bintang Campak Kelurahan Setrio Kecamatan Banyuasin III dinilai kurang tepat sasaran sehingga menyebabkan sejumlah warga harus gigit jari.

Diketahui, dalam relokasi rumah yang dilakukan pihak Pemkab Banyuasin beberapa hari ini, diduga tercatat ada sembilan warga yang dinilai tidak berhak menerima bantuan 50 unit rumah tersebut.

Hal itu diungkapkan Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Indo Sapri yang menyebut jika ada sejumlah warga yang tidak masuk dalam daftar penempatan 50 unit rumah bantuan yang telah ditetapkan oleh instansi terkait.

Baca: Dua Sekawan Penjual Madu Keliling Ini Kepergok Curi HP & Ancam Warga Pakai Sajam

Itu disebabkan ada sejumlah warga yang diduga tidak berhak menerima bantuan tapi diberikan bantuan rumah, hal ini membuat sejumlah warga merasa kecewa yang menuding pihak terkait melakukan kongkalikong.

"Kami minta instansi terkait turun kelapangan, untuk menanyakan langsung permasalahan ini ke warga supaya data yang berhak menerima bantuan lebih jelas dan sesuai sasaran,"kata Sapri Kamis (15/11/2018).

Baca: Timnas Thailand Vs Timnas Indonesia, Meski Jadi Momok Menakutkan Tim Garuda Yakin Menang

Pasalnya, penempatan calon penghuni rumah bantuan yang dilakukan Pemkab Banyuasin ini diduga tidak sampai kepada warga yang berhak menerimanya.

Padahal, warga yang berhak menerima bantuan rumah ini awalnya terdaftar, tapi entah kapan verifkasinya, tidak termasuk dalam relokasi penempatan calon penghuni rumah di Bintang Campak.

Baca: Video Ogan Komering Ulu Tiba-tiba Jadi Medan Tempur

"Warga protes karena ada sembilan warga yang diduga wajar mendapat bantuan rumah tersebut. Sebab mereka sudah diluar domisili kawasan banjir dan juga warga yang tinggal satu rumah tapi dapat bantuan dua rumah, kan tidak adil,"tuturnya.

Dia berharap instansi terkait dalam hal ini Dinas Perkimtan Banyuasin dan Camat Banyuasin III segera menindaklanjut permasalahan yang dialami warga, jika tidak ada respon warga akan mengancam demo ke Pemkab Banyuasin.

"Kami dan warga Bom Berlian akan melakukan demo ke Kantor Bupati Banyuasin jika tidak ada penyelesaian dalam waktu dekat ini,"tegasnya.

Baca: Video Gerakan Rakyat Peduli Keadilan (GRPK) Lahat Gelar Aksi Desak Bupati Lahat Dukung Pergub

Sementara Kepala Dinas Kominfo Banyuasin Erwin Ibrahim mengatakan dalam penempatan calon penghuni bantuan rumah sebanyak 50 unit rumah ini, Pemkab Banyuasin tidak dilibatkan. Informasi itu didapatkan baik Bappeda dan dinas Perkimntan Banyuasin.

"Jadi, kemungkinan penetapan calon penghuni rumah bantuan langsung dari Kementrian PUPR sesuai usulan masyarakat setempat," katanya.

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved